Cicipi Ayam Rempah MBG Bermasalah, Kepala SPPG di Karanganyar Mual dan Muntah Tiga Kali

Nasional, PERISTIWA20 Dilihat

KARANGANYAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami kendala setelah pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menemukan olahan ayam rempah yang dinilai tidak layak konsumsi, Rabu (12/8/2026).

Kepala SPPG Yayasan Insan Berlian Sejahtera, Abra Yudha Raya, mengaku mengalami mual hingga muntah tiga kali setelah mencicipi olahan ayam tersebut saat melakukan uji rasa sebelum makanan didistribusikan kepada para siswa.

“Saya terdampak. Tadi itu sampai tiga kali. Enggak diare, cuma muntah saja, sehingga kami tarik semua,” kata Abra, Rabu (12/8/2026).

Abra menjelaskan, sebelum menu MBG dibagikan, dirinya bersama sejumlah anggota tim penguji terlebih dahulu melakukan uji rasa. Saat mencicipi ayam rempah, ia merasakan kondisi makanan tersebut tidak normal.

BACA JUGA :  Hakim MK Pertanyakan Urgensi Program MBG di Tengah Keterbatasan Layanan Pendidikan

“Saya langsung ke dapur, saya cicipi yang rusak itu, yang terindikasi tidak layak. Saya cicipi sendiri dan rekan-rekan juga nyicipi,” ujarnya.

Setelah menemukan indikasi tersebut, pihak SPPG langsung mengambil langkah dengan menghentikan distribusi dan menarik seluruh menu MBG yang telah disiapkan.

“Kami tarik hari ini karena olahan daging ayam untuk MBG yang kurang layak konsumsi,” kata Abra.

3.000 Porsi MBG Ditarik

SPPG Yayasan Insan Berlian Sejahtera yang berlokasi di Dusun Pundungrejo, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, pada hari itu menyiapkan sekitar 3.000 porsi MBG untuk para siswa.

BACA JUGA :  Fahri Hamzah: MBG Upaya Presiden Tingkatkan Kualitas SDM

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 porsi sudah masuk dalam proses distribusi. Sementara 2.000 porsi lainnya belum didistribusikan ketika pihak SPPG memutuskan mengamankan seluruh makanan tersebut.

Penarikan menu MBG juga berdampak pada siswa SDN 2 Jati. Sebanyak 94 siswa di sekolah tersebut tidak menerima makanan MBG karena hidangan yang telah tiba sekitar pukul 08.00 WIB ditarik kembali sebelum dibagikan.

Salah satu guru SDN 2 Jati, Roni, membenarkan kejadian tersebut.

“Hari ini, anak-anak kami di SDN 02 Jati tidak menerima menu MBG, karena hidangannya ditarik oleh pihak SPPG,” kata Roni.

BACA JUGA :  BGN Suspend 883 Dapur MBG, Sudaryono: "Suspend Secara Permanen Karena Pelanggaran"

Menurut Roni, kendaraan pengangkut MBG memang telah tiba di sekolah. Namun, makanan belum sempat diturunkan ketika pihak SPPG meminta seluruh hidangan dibawa kembali.

“Kendaraan yang bawa MBG itu sudah datang, namun belum sampai diturunkan, MBG itu ditarik kembali,” ujarnya.

Langkah penarikan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah makanan yang diduga bermasalah dikonsumsi oleh para siswa. Adapun penyebab pasti kondisi olahan ayam rempah tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. (bc/isl)