BhinekaNews Gelar Nobar Film Memburu Pemangsa, Soroti Perlindungan Anak

Headline, Medan105 Dilihat

MEDAN — BhinekaNews.id menggelar nonton bareng (nobar) film Memburu Pemangsa di CGV Focal Point Mall, Jalan Ringroad, Medan, Jumat (26/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 penonton dari berbagai kalangan. Selain menjadi ajang hiburan, nobar ini juga mengangkat pesan tentang pentingnya perlindungan anak dari penculikan, kekerasan, dan berbagai bentuk kriminalitas.

Wakil Pemimpin Redaksi BhinekaNews, Jafar Sidik, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mengangkat isu perlindungan anak yang menjadi salah satu tema utama dalam film.

“Pesan utama film ini adalah agar semua pihak menjaga anak-anak,” kata Jafar.

Menurutnya, meski dikemas dengan genre horor dan menghadirkan unsur mistik, Memburu Pemangsa juga membawa tema jurnalistik yang relevan dengan tugas insan pers dalam mengungkap berbagai persoalan kriminalitas terhadap anak.

BACA JUGA :  Rico Waas Dorong Produk UMKM Medan Tembus Pasar Internasional Lewat Kunjungan Delegasi Korea Selatan

Jafar yang juga Ketua Forum Media Siber Indonesia (FMSI) menilai film tersebut menjadi pengingat bagi insan pers agar tidak ragu mengangkat kasus-kasus kekerasan dan kriminalitas terhadap anak yang selama ini masih membutuhkan perhatian publik.

“Sebagai insan pers kita diingatkan agar berani melindungi anak-anak dengan mengangkat pemberitaan tentang kriminalitas kepada anak, tentunya dengan tetap menjaga kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh perempuan Yulinda Rahima menilai film tersebut juga menyampaikan pesan kuat kepada para orang tua agar memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih besar kepada anak.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Penataan Situs Benteng Putri Hijau TA 2022, Kejati Sumut Tahan 3 Tersangka

“Sebagai orangtua, kita harus ekstra menjaga anak kita, jangan sampai kitalah yang berlaku jahat kepada mereka,” katanya.

Film Memburu Pemangsa sendiri mengangkat persoalan penculikan anak, pedofilia, kriminalitas, jurnalistik, serta unsur supranatural.

Cerita bermula dari hilangnya tujuh anak secara misterius di sebuah kawasan. Empat di antaranya kemudian ditemukan dalam kondisi termutilasi. Kasus tersebut menyeret Agnes (Laura Basuki), seorang pemimpin redaksi yang sebelumnya skeptis terhadap hal-hal supranatural setelah kehilangan putrinya.

Pandangan Agnes berubah setelah ia menyaksikan langsung penculikan seorang anak. Bersama tiga jurnalis lainnya, Cia (Prilly Latuconsina), Anya (Yasamin Jasem), dan Brina (Taskya Namya), serta seorang polisi bernama Petra (Andri Mashadi), Agnes berusaha mengungkap kasus tersebut.

BACA JUGA :  Peringati Milad ke-5, IMAM Indonesia Maju Tingkatkan Peran di Tengah Umat 

Penyelidikan mereka kemudian mengarah kepada seorang predator yang diperankan Teuku Rifnu Wikana. Kasus tersebut ternyata tidak berhenti pada kejahatan kriminal biasa, tetapi juga berkaitan dengan ritual dan kekuatan supranatural.

Persoalan semakin personal ketika Pandu (Jordan Omar), keponakan Cia, turut menjadi korban penculikan.

Melalui kisah tersebut, Memburu Pemangsa tidak hanya menghadirkan ketegangan dan unsur horor, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya kewaspadaan orang tua, perlindungan terhadap anak, serta keberanian media dalam mengungkap kejahatan dengan tetap berpegang pada etika jurnalistik. (r/isl)