BNN–Komisi III DPR RI Perkuat P4GN, Kapolda Bali Ajak Gen Z Selamatkan Diri dari Jerat Narkoba

Hukum, Nasional, Politik21 Dilihat

GIANYAR — Perang melawan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan hukum. Pencegahan dan pemberantasan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, desa adat, hingga generasi muda.

Pesan tersebut mengemuka dalam Sarasehan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Kemitraan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Komisi III DPR RI di Wantilan Pura Dalem Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (25/10/2026).

Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., S.H., M.Si., hadir sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan yang diselenggarakan BNN Provinsi Bali bekerja sama dengan Komisi III DPR RI tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota Komisi III DPR RI I Nyoman Parta, S.H., perwakilan Kepala BNN RI, pejabat utama Polda Bali, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gianyar, tokoh adat Desa Guwang, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelajar, serta ratusan warga.

Sarasehan tersebut menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keluarga, sekolah, desa adat, pecalang, tokoh masyarakat, dan generasi muda perlu mengambil peran aktif untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

BACA JUGA :  Mendes Yandri Dorong Hilirisasi Jeruk Kabupaten Malang

Kapolda Bali: Narkoba Musuh Bersama

Dalam sambutannya, Kapolda Bali menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa sekaligus keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, posisi Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia membutuhkan kewaspadaan ekstra. Tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan dari berbagai negara tidak boleh dimanfaatkan jaringan narkotika untuk menjadikan Pulau Dewata sebagai pasar maupun wilayah peredaran narkoba.

“Narkoba adalah musuh bersama. Tidak bisa hanya ditangani oleh Polri atau BNN saja, butuh peran aktif seluruh komponen masyarakat, dari desa adat, pecalang, orang tua, hingga para pemuda. Bali harus kita jaga bersama agar tidak menjadi pasar narkoba,” tegas Kapolda Bali.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam memerangi narkotika. Penindakan terhadap bandar dan jaringan peredaran harus berjalan beriringan dengan pencegahan, edukasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

Upaya tersebut dinilai penting agar narkoba tidak mendapatkan ruang untuk berkembang di tengah masyarakat. Keluarga dan lingkungan sosial juga diharapkan berani melaporkan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika kepada pihak berwenang.

BACA JUGA :  TNI AU Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Gen Z Jangan Jadi Pasar Narkoba

Kapolda Bali secara khusus mengajak Generasi Z mengambil peran strategis dalam upaya pencegahan narkoba. Generasi muda, menurutnya, bukan hanya kelompok yang harus dilindungi, tetapi juga dapat menjadi penggerak dalam membangun lingkungan yang bebas narkotika.

Anak muda Bali diharapkan berani menolak narkoba, tidak mudah terpengaruh pergaulan berisiko, serta berani melaporkan apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungannya.

Kapolda juga menyampaikan bahwa sepanjang 2026, Polda Bali telah mengungkap puluhan kasus narkoba dengan barang bukti berupa sabu, ekstasi, dan ganja. Selain penegakan hukum, Polda Bali terus melakukan langkah preemtif melalui edukasi di sekolah dan desa.

Namun, penindakan hukum perlu diimbangi dengan pencegahan sejak dini agar mata rantai penyalahgunaan narkoba tidak terus berulang di kalangan generasi muda.

Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu dilakukan sebelum anak-anak dan remaja terpapar atau mencoba menggunakan barang terlarang tersebut.

BACA JUGA :  Megawati Kirim Surat Duka Cita ke Iran Atas Gugurnya Ali Khamenei

“Kami dari Polda Bali sangat mendukung program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang dicanangkan BNN. Kami siap bersinergi, baik dalam penegakan hukum maupun pencegahan. Saya mengajak seluruh adik-adik dari Gen Z serta krama Desa Guwang untuk berani melaporkan jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungannya,” tegasnya.

Desa Bersinar dan Partisipasi Masyarakat

Dukungan terhadap program Desa Bersinar menjadi salah satu bentuk sinergi antara aparat penegak hukum, BNN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencegah serta memberantas narkoba.

Keterlibatan masyarakat juga penting untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Informasi yang disampaikan warga dapat membantu aparat menindaklanjuti dugaan pelanggaran sesuai ketentuan hukum.

Melalui sarasehan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Pencegahan perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, kemudian diperkuat melalui sekolah, desa adat, dan komunitas masyarakat.

Dengan sinergi yang berkelanjutan, Bali diharapkan mampu melindungi generasi muda dari bahaya narkotika sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkoba. (bc/isl)