Indonesia Akuisisi Properti di Makkah Senilai Rp8,6 Triliun, Siapkan 6.000 Kamar Hotel Baru

MAKKAH – Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dikabarkan mengakuisisi properti di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi, dengan nilai investasi awal mencapai 2 miliar riyal Saudi atau sekitar Rp8,6 triliun.

Akuisisi tersebut mencakup Hotel Novotel Thakher Makkah dan 14 bidang tanah dengan luas total 44.088 meter persegi atau sekitar 4,4 hektare. Kawasan ini berjarak sekitar 1,2 kilometer dari Masjidil Haram.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas investasi Indonesia di sektor perhotelan dan properti di Arab Saudi, khususnya untuk mendukung kebutuhan akomodasi jemaah haji dan umrah.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun Instagram GNFI oleh Timenews.co.id pada Minggu (25/10/2026), Hotel Novotel Thakher Makkah memiliki kapasitas 1.461 kamar. Sementara itu, lahan yang turut diakuisisi dipersiapkan untuk pengembangan fasilitas tambahan di kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Cukai dan Bea Masuk Tumbuh, Penerimaan Kepabeanan Tembus Rp182,6 Triliun

Rencana Tambahan 6.000 Kamar Hotel

Selain mengambil alih aset yang telah beroperasi, Danantara disebut menyiapkan rencana pengembangan kawasan melalui pembangunan sejumlah hotel baru.

Hotel-hotel tambahan tersebut direncanakan memiliki kapasitas gabungan sekitar 6.000 kamar. Jika terealisasi, pengembangan ini akan menambah ketersediaan akomodasi bagi jemaah Indonesia maupun pengunjung dari negara lain yang datang ke Makkah.

Pengembangan tersebut juga dirancang mencakup pembangunan pusat perbelanjaan dengan lebih dari 90 gerai. Kehadiran fasilitas komersial diharapkan dapat melengkapi kebutuhan pengunjung sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi di sekitar kawasan perhotelan.

Investasi untuk pengembangan lanjutan itu diperkirakan melampaui 2 miliar riyal Saudi. Nilai tersebut berada di luar biaya akuisisi awal, sehingga keseluruhan komitmen investasi akan bergantung pada realisasi rencana pembangunan dan pengembangan fasilitas.

BACA JUGA :  JAMPIDUM Setujui Restorative Justice 17 Tipinar

Operasional Hotel Tetap Dikelola Accor

Dalam aspek operasional, Hotel Novotel Thakher Makkah tetap berada di bawah pengelolaan Accor, jaringan perhotelan internasional yang menangani kegiatan operasional hotel tersebut.

Kelanjutan pengelolaan oleh Accor menjadi bagian dari skema operasional setelah akuisisi aset. Dengan demikian, kepemilikan investasi dan pengelolaan kegiatan perhotelan tetap menjadi dua aspek yang berbeda.

Kawasan Thakher Makkah memiliki posisi strategis karena lokasinya relatif dekat dengan Masjidil Haram. Faktor tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan fasilitas penginapan bagi jemaah yang melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

Perluasan Investasi Indonesia di Arab Saudi

Akuisisi properti dan rencana pengembangan kawasan ini berpotensi memperluas keterlibatan Indonesia dalam sektor properti dan perhotelan di Arab Saudi.

Selain menambah aset investasi di luar negeri, pengembangan tersebut dapat membuka peluang kerja sama ekonomi antara kedua negara, terutama dalam sektor jasa, perhotelan, dan fasilitas pendukung perjalanan ibadah.

BACA JUGA :  BRIN Pastikan Benda Bercahaya di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa Roket China

Meski demikian, manfaat jangka panjangnya akan bergantung pada pelaksanaan proyek, pembangunan hotel tambahan, serta pengembangan fasilitas komersial sesuai rencana.

Dengan akuisisi Hotel Novotel Thakher Makkah dan 14 bidang tanah seluas sekitar 4,4 hektare, Danantara disebut menyiapkan langkah investasi yang tidak hanya berorientasi pada kepemilikan aset, tetapi juga pada pengembangan kawasan perhotelan secara bertahap.

Rencana pembangunan tambahan sekitar 6.000 kamar hotel dan pusat perbelanjaan menjadi bagian dari arah pengembangan tersebut. Realisasi proyek ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan kontribusinya terhadap ketersediaan akomodasi di Makkah dan hubungan ekonomi Indonesia–Arab Saudi. (bc/isl)