Banjir Rendam Empat Kecamatan di Medan, 562 Warga Mengungsi, Rico Waas Perkuat Kesiapsiagaan

Medan116 Dilihat

MEDAN – Banjir yang merendam empat kecamatan di Kota Medan menyebabkan 562 warga mengungsi hingga Kamis (29/10/2026) pukul 10.00 WIB. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat daerah terkait, dan seluruh perangkat kewilayahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan warga terdampak.

Instruksi tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi bencana hidrometeorologi saat memasuki puncak musim hujan. Pengalaman banjir besar yang melanda Kota Medan pada November 2025 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah kota untuk memperkuat langkah mitigasi, terutama di kawasan bantaran sungai.

Rico meminta seluruh jajaran terkait tetap siaga dan bergerak cepat membantu masyarakat, termasuk melakukan evakuasi ketika debit air mulai meningkat.

Kesiapsiagaan itu kembali diuji setelah hujan deras mengguyur Kota Medan sejak Rabu (28/10/2026) hingga Kamis dini hari. Hujan menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan merendam permukiman warga di Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Maimun, Medan Johor, dan Medan Helvetia.

Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari menjelaskan, angka 562 orang merupakan jumlah warga yang tercatat mengungsi di sejumlah lokasi penampungan. Angka tersebut bukan keseluruhan warga yang terdampak banjir, sebab sebagian masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing atau tinggal sementara di tempat lain yang tidak tercatat sebagai lokasi pengungsian.

BACA JUGA :  Rico Waas Tegaskan Rekomendasi DPRD Jadi Momentum Perkuat PAD dan Tertibkan Aset Daerah

Dari total pengungsi tersebut, terdapat 39 balita, 170 anak-anak, 270 orang dewasa, 82 lanjut usia (lansia), dan satu penyandang disabilitas. BPBD juga mencatat sebanyak 22 warga telah dievakuasi.

Pengungsi Tersebar di Empat Kecamatan

Di Kecamatan Medan Tuntungan, sebanyak 25 warga Kelurahan Tanjung Selamat mengungsi di Masjid Ar Rahman. Ketinggian air di permukiman tersebut berkisar 20–30 sentimeter.

Sementara itu, di Kecamatan Medan Maimun, pengungsi tercatat di sejumlah lokasi. Sebanyak 28 orang berada di Kantor Lurah Sei Mati dengan ketinggian air mencapai 100–150 sentimeter. Di Masjid Abidin, Kelurahan Kampung Baru, terdapat 47 pengungsi dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter.

Sebanyak 94 warga lainnya mengungsi di Masjid Al Husna, Kelurahan Hamdan, dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Adapun lima warga tercatat berada di pinggir Jalan Jembatan Suprapto, kawasan Kelurahan Aur, dengan ketinggian air berkisar 100–150 sentimeter.

Genangan di Kecamatan Medan Maimun juga terjadi di sekitar Jalan Brigjen Katamso, Gang Merdeka, dan Gang Al Fajar, Kelurahan Sei Mati. Ketinggian air di Gang Merdeka mencapai 200–220 sentimeter, sedangkan di Gang Al Fajar sekitar 100 sentimeter.

Khusus di Kampung Aur, banjir dilaporkan berdampak pada 220 rumah yang dihuni 430 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.200 jiwa. Jumlah tersebut merupakan populasi warga di kawasan terdampak, bukan tambahan pengungsi di luar angka 562 orang yang tercatat BPBD.

BACA JUGA :  Apresiasi Medan Urban Runway, Airin Rico Waas: Bukti Nyata Geliat Industri Kreatif Medan

Di Kecamatan Medan Johor, sebanyak 150 warga mengungsi di Musala Al Amin, Kelurahan Gedung Johor, dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter. Sebanyak 150 orang lainnya menempati rumah-rumah warga yang lebih tinggi di Gang Eka Murni, Gang Eka Mulia, dan Gang Eka Family, sementara ketinggian air di kawasan tersebut berkisar 70–100 sentimeter.

Selain itu, sebanyak 32 warga Kelurahan Kwala Bekala mengungsi di Masjid Muttaqin dengan ketinggian air mencapai 70–100 sentimeter.

Adapun di Kecamatan Medan Helvetia, sebanyak 10 warga mengungsi di Masjid Al Hasanah dan 21 warga lainnya di Masjid Ubudiyah. Kedua masjid tersebut berada di Kelurahan Tanjung Gusta, dengan ketinggian air berkisar 30–40 sentimeter.

Debit Sungai Sempat Meningkat

Berdasarkan pemantauan BPBD Kota Medan, kenaikan debit air terpantau di sejumlah aliran sungai. Air Sungai Belawan sempat naik sekitar dua meter sebelum turun sekitar 50 sentimeter pada pukul 01.40 WIB.

Di aliran Sungai Deli, kawasan Jalan Letjen Suprapto, ketinggian air yang semula sekitar 20 sentimeter pada Rabu malam meningkat menjadi sekitar 60 sentimeter pada Kamis dini hari.

BACA JUGA :  Dinas Kominfo akan Lakukan Penguatan Aplikasi Medan Smart City

Kenaikan air juga terpantau di aliran Sungai Babura, sekitar Jalan Mongonsidi. Sementara itu, ketinggian air di kanal Medan Johor tercatat sekitar 3,2 meter dan di pintu kanal mencapai sekitar 3,3 meter.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kota Medan melakukan pemantauan, membantu proses evakuasi, serta menyalurkan bantuan makanan kepada warga terdampak. Sebanyak 200 bungkus nasi disalurkan ke Kelurahan Hamdan dan 300 bungkus nasi ke Kelurahan Gedung Johor.

Di sejumlah lokasi, ketinggian air mulai berangsur turun. Di Kampung Aur, misalnya, permukaan air dilaporkan mengalami penurunan sekitar satu meter.

Rico Minta Warga Tetap Waspada

Pemerintah Kota Medan melalui BPBD, perangkat daerah terkait, dan perangkat kewilayahan terus memantau perkembangan situasi serta mengupayakan penanganan bagi warga terdampak banjir.

Rico Waas mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan banjir dan bantaran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas dan mengikuti arahan evakuasi apabila situasi memburuk.

Penguatan kesiapsiagaan ini diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat apabila banjir kembali meluas. (r/isl)