TPID Medan Kolaborasi Agar Ketersediaan Beras Bagi Masyarakat Aman

Bisnis74 Dilihat

Medan, – Merespons naiknya harga eceran tertinggi (HET) beras, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Medan menggelar rapat, Kamis (7/9/2023).

Rapat dipimpin oleh Kabag Perekonomian Regen didampingi Kepala Bulog Medan Dharma Wijaya. Hadir pada rapat ini Dirut PUD Pasar Medan Suwarno, perwakilan Bank Indonesia Sumut, perwakilan Dinas Ketapang Tanla Medan, perwakilan Bappeda, perwakilan Dinas SDABMBK, dan undangan lainnya.

Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kabag Perekonomian menjelaskan rapat menindaklanjuti harga beras yang naik. Sebab seperti diketahui, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi pada Rabu (15/3/2023), menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan HET berdasarkan sistem zonasi.

BACA JUGA :  Rilis Single 'Luka Tak Terobati', Deddy Chen akan Promo di Medan dan Jakarta

Sumatera Utara berada di Zona 2. Untuk HET beras medium, zona 2 Rp11.500/kg, sedangkan harga beras premium untuk zona 2 Rp14.400/kg.

Mengantisipasi perubahan HET tersebut, diperlukan langkah-langkah untuk menjaga ketersediaan beras. Hal tersebut agar harga beras tidak melonjak terlalu tinggi.

Menyikapi itu, Kepala Bulog Medan Dharma Wijaya siap menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat Kota Medan.

BACA JUGA :  RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

Bahkan pihaknya merancang program pasar murah agar beras dapat terdistribusikan ke masyarakat kurang mampu. Tak hanya itu, Dharma berharap Pasar Keliling yang telah dijalankan PUD Pasar Medan bisa lebih diintensifkan lagi.

Menanggapi ini, Dirut PUD Pasar Medan Suwarno menyebut dengan armada yang dimiliki sekarang ini, telah menjangkau 10 kecamatan di Medan. Dengan kolaborasi berbagai pihak, Suwarno berharap kedepan armada Pasar Keliling dapat bertambah. Penambahan ini tak lain agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal.

BACA JUGA :  Asosiasi Konstruksi Sumut Siapkan Pengadaan dan Pemasangan Solar Cell Buat Perumahan, Industri dan Gedung Perkantoran

“Kami berharap dan berkeyakinan Bank Indonesia dapat membantu program Pasar Keliling ini, terutama terhadap bertambahnya armada Pasar Keliling,” harap Suwarno. (relis)