Dari Medan Menuju Pasar Global, Rico Waas Dorong Produk UMKM Tembus Mancanegara

Bisnis13 Dilihat

MEDAN – Pemerintah Kota Medan mendorong produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal tidak berhenti di pasar domestik, tetapi mampu menembus pasar internasional.

 

Dorongan tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat meresmikan Gallery Mustika Deli Dekranasda Medan di lantai III Mal Pelayanan Publik (MPP), Jalan Iskandar Muda, Rabu (19/8/2026).

 

Menurut Rico, keberadaan Gallery Mustika Deli harus menjadi salah satu pintu bagi produk lokal untuk berkembang, meningkatkan kualitas dan memperluas jaringan pemasaran.

 

Ia menilai Kota Medan memiliki potensi besar di sektor UMKM, termasuk produk kuliner, kriya, wastra dan fesyen.

 

“Kami menginginkan Mustika Deli itu tempat seperti itu, menjadi tempat inkubasi tersebut,” ujar Rico.

 

Rico mencontohkan produk wastra lokal yang dinilai memiliki peluang besar untuk dipasarkan ke luar negeri.

 

Menurutnya, produk seperti ulos dan uis gara dapat dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan pasar internasional.

 

Ia bahkan mencontohkan pemanfaatan wastra berdasarkan musim di negara-negara lain.

BACA JUGA :  Jadi Imam Salat Maghrib, Rico Waas Buka Puasa Bersama Masyarakat

 

“Bisa saja ulos dipakai sewaktu winter. Bisa saja uis gara dipakai waktu lagi spring. Jadi kita berharap produk-produk kita ini bisa dipakai di dunia internasional di berbagai musimnya,” katanya.

 

Upaya mendorong produk lokal ke pasar global, lanjut Rico, juga telah mulai dilakukan melalui berbagai kegiatan fesyen. Salah satunya dengan mengangkat tema empat musim dalam Indonesia Fashion Week.

 

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar para desainer dan pelaku industri kreatif Kota Medan tidak hanya melihat pasar lokal, tetapi mulai membaca peluang konsumen internasional.

 

Namun, Rico mengingatkan keinginan menembus pasar luar negeri harus dibarengi dengan kesiapan produk.

 

Ia mencontohkan pelaku usaha kerupuk dan basreng dari Kecamatan Medan Denai yang produknya telah dipasarkan ke sejumlah kota dan memiliki keinginan untuk menembus pasar internasional.

 

Menurut Rico, keinginan tersebut harus diikuti kesiapan dalam berbagai aspek, mulai dari kualitas produk, konsistensi produksi, perizinan, sertifikasi, kemasan hingga kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah besar.

BACA JUGA :  Hadiri Wisuda UnPab, Bobby Nasution TegasKan Kolaborasi Kunci Keberhasilan Pemko Medan Jalankan Program

 

“Memang butuh tahapan. Bagaimana konsistensinya, produknya, kualitas seperti apa, BPOM-nya bagaimana, halal-nya seperti apa, bagaimana packaging-nya, bagaimana konsistensinya, bagaimana tonase yang bisa disediakan. Nah, ini kan butuh kita dampingi terus,” katanya.

 

Karena itu, Gallery Mustika Deli tidak hanya menjadi tempat penjualan, tetapi juga diarahkan sebagai ruang pembinaan dan inkubasi.

 

Produk yang akan dipasarkan tetap melalui proses kurasi. Pemko Medan bersama Dekranasda dan perangkat daerah terkait akan terus melakukan pendampingan agar pelaku usaha mampu memenuhi standar pasar yang lebih luas.

 

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Medan Airin Rico Waas mengatakan Gallery Mustika Deli menjadi ruang bagi karya dan usaha masyarakat Kota Medan untuk mendapatkan eksposur yang lebih luas.

 

Sejak soft launching pada Juni 2025, gallery tersebut telah menampung sekitar 150 pelaku usaha dari sektor kuliner, wastra dan kriya.

Airin mengajak para pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas, memperkuat desain, meningkatkan mutu dan mempertahankan ciri khas produk Kota Medan.

BACA JUGA :  BTN Gelontorkan Pembiayaan Rp1,5 Triliun ke Pindad untuk Produksi Maung MV3 dan Amunisi Nasional

 

“Semoga galeri ini menjadi tempat bertemunya karya, masyarakat, dan pasar. Semoga semakin banyak produk Kota Medan dikenal dan semakin banyak usaha masyarakat yang berkembang,” ujarnya.

 

Rico Waas juga meminta stakeholder pariwisata ikut menjadi bagian dalam pengembangan pasar UMKM. Hotel dan biro perjalanan, misalnya, dapat menggunakan produk lokal sebagai bagian dari kebutuhan maupun suvenir bagi wisatawan.

 

“Kalau mau beli produk sabun, lotion, beli aja sama Mustika Deli. Karena itu mendukung UMKM yang ada di Kota Medan,” kata Rico.

 

Dengan hadirnya Mustika Deli, Pemko Medan berharap produk UMKM tidak hanya menjadi pajangan di gallery, tetapi mampu masuk ke berbagai ruang ekonomi, pariwisata, pameran, pusat perbelanjaan hingga pasar internasional.

 

“Semoga memberikan dampak dan manfaat untuk UMKM kita. Jaya UMKM, semangat terus,” ujar Rico Waas.(bj)