Usai Penggeledahan, Penyidik Jampidsus Kejagung Jadwalkan Pemeriksaan Eks Menteri LHK Siti Nurbaya

Hukum, Nasional98 Dilihat

JAKARTA– Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap eks Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya terkait kasus dugaan korupsi tata kelola perkebunan dan industri sawit.

Penjadwalan pemanggilan untuk diperiksa dilakukan usai tim penyidik Jampidsus Kejagung menggeledah rumah Siti Nurbaya.

“Nanti saya jadwalkan (pemeriksaan Siti Nurbaya),” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi dalam keterangannya Jumat (30/1/2026).

BACA JUGA :  Dinilai Kacau Balau, Tom Lembong Tolak Hasil Audit BPKP

Meski begitu ia menjelaskan akan terlebih dahulu mendalami terkait barang bukti yang telah diamankan.

“Kita kalau menyidik itu bisa memeriksa saksi, bisa mengumpulkan alat bukti. Cara salah satunya adalah penggeledahan. Setelah dilakukan itu, kami akan meneliti dahulu, kita pelajari dahulu yang kita dapat ini (barang bukti), baru nanti kita lakukan pemeriksaan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Datangi KPK Jelaskan Kunker ke Sulsel, Menag Bertekad Jadi Contoh Pemberantasan Korupsi

Seperti diketahui, petugas pada Jampidsus Kejagung saat ini tengah menyidik kasus dugaan korupsi pada tata kelola kebun dan industri kelapa sawit.

Penyidikan kasus ini telah dimulai sejak tahun lalu.

Dalam perkara tersebut, penyidik telah melakukan penggeledahan di enam tempat, salah satunya rumah Siti Nurbaya.

Syarief mengatakan, upaya paksa itu dilakukan penyidik Jampidsus Kejagung pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026) kemarin.

BACA JUGA :  Dana Umat Rp28 Miliar Dikembalikan! Sufmi Dasco Ahmad Turun Tangan, Kasus Paroki Aek Nabara Berakhir Damai

Dari penggeledahan tersebut, pihaknya menyita sejumlah barang bukti.

“Ada beberapa, ada dokumen, ada barang bukti elektronik. Itu adalah memang yang kita perlukan,” ucapnya, dilaporkan Kompas.

Saat disinggung terkait posisi kasus, Syarief masih enggan menjelaskan lebih lanjut ihwal hal tersebut.

“Belum bisa saya sampaikan. Itu materi-materi penyidikan. Nanti saja. Kami baru mulai,” tegasnya. (kmp/bc)