Anggota DPRD Medan Nilai RS Pirngadi Terpinggirkan di Bawah Kepemimpinan Bobby Nasution 

Headline, Medan92 Dilihat

MEDAN – Anggota DPRD Medan, Hendra DS, mengkritik keras kebijakan Wali Kota Medan Bobby Nasution terkait kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Pirngadi.

Kritikan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap kondisi RS Pirngadi yang dianggap kurang memadai dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama dalam hal ketersediaan obat-obatan dan fasilitas medis.

Hendra yang juga menyoroti munculnya video viral curhatan salah seorang dokter karena kesal atas ketiadaan obat itu berharap pemerintah kota segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki situasi ini demi kepentingan warga Medan.

BACA JUGA :  Gubernur Bobby Walk Out Saat Paripurna DPRD Sumut, Pemprov Sebut Dipicu Polemik Kuorum

Politisi Partai Hanura ini menyatakan keras bahwa selama di bawah kepemimpinan wali kota saat ini, RS Pirngadi tampak semakin terpinggirkan dan kurang mendapat perhatian yang semestinya.

Menurut Hendra, RS Pirngadi seharusnya menjadi prioritas utama untuk dikembangkan, mengingat rumah sakit ini adalah milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan seharusnya menjadi kebanggaan bagi warga Medan.

BACA JUGA :  Haornas ke-43, Bobby Nasution Berikan Tali Asih untuk Atlet Legendaris Sumut

Ia menilai, alokasi dana APBD yang lebih memprioritaskan rehabilitasi Stadion Kebun Bunga yang dianggapnya belum mendesak, adalah kebijakan yang tidak tepat.

“RS Pirngadi harusnya menjadi tumpuan kesehatan warga Medan dan juga tempat untuk menempa dokter-dokter muda. Bukan malah dipinggirkan seperti ini,” tegas Hendra pada Senin (2/9/2024).

Lebih lanjut, Hendra menekankan pentingnya memilih direktur rumah sakit yang tepat untuk memimpin RS Pirngadi.

BACA JUGA :  JAMWAS Rudi Margono Inspeksi Pimpinan ke Kejati Sumut, Sampaikan Pentingnya Disiplin dan Integritas

Ia berpendapat bahwa seorang direktur haruslah seorang dokter spesialis yang memiliki pengetahuan manajemen dan profesionalisme yang tinggi, bukan hanya seseorang yang pandai menyenangkan Wali Kota.

“Dirut yang tepat adalah dokter spesialis yang punya ilmu manajemen, profesional, dan bukan karena hanya pandai menyenangkan Wali Kota,” tandasnya.(Bj)