Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Rico Waas Minta OPD Konsisten Terapkan ASB

Medan37 Dilihat

MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

 

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Medan, Citra Effendi Capah, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) di lingkungan Pemko Medan, Rabu (12/8/2026).

 

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan itu turut dihadiri Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Medan Asmui Rasyid Marpaung, para narasumber, serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

 

Dalam sambutan yang dibacakannya, Citra menyampaikan bahwa penguatan ASB bukan sekadar wacana, melainkan telah diwujudkan melalui berbagai langkah nyata dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Rico Waas Dorong Penguatan Sinergi Pemko-DPRD Medan

 

Menurutnya, Pemko Medan terus mendorong penguatan koordinasi antarperangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan dokumen ASB, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

 

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi antar-perangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan dokumen ASB secara berkelanjutan, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel agar implementasi ASB berjalan secara konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Citra.

 

Ia menegaskan, ASB tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen administratif atau formalitas dalam proses penyusunan anggaran.

 

Lebih dari itu, ASB merupakan instrumen strategis untuk memastikan setiap alokasi anggaran disusun secara rasional, terukur, dan berorientasi pada hasil.

 

“ASB membantu kita memastikan bahwa alokasi anggaran didasarkan pada kebutuhan yang rasional, beban kerja yang terukur, serta target kinerja yang jelas. Penerapan ASB yang tepat akan mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada hasil,” jelasnya.

BACA JUGA :  KPPN Siap Dukung Pemko Medan Pertahankan WTP

 

Meski demikian, Pemko Medan masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penerapan ASB. Di antaranya perbedaan pemahaman antar-OPD serta kebutuhan integrasi dan penyempurnaan data.

 

Karena itu, FGD tersebut dinilai penting sebagai ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan teknis yang muncul dalam implementasi ASB.

 

Citra berharap forum tersebut dapat memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan serta menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam proses perencanaan dan penganggaran di setiap perangkat daerah.

 

“FGD ini hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan komunikasi antar-pemangku kepentingan, serta menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk diterapkan dalam perencanaan dan penganggaran di setiap perangkat daerah,” katanya.

BACA JUGA :  Bapenda Kota Medan Ingatkan Masyarakat, Program Diskon PBB Hingga 75 Persen Berakhir 31 Juli 2026

 

Kepada para narasumber, termasuk akademisi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Quality Medan, Dr. Ir. Immanuel Panusunan Tua Panggabean, Citra berharap materi yang disampaikan dapat memberikan pemahaman komprehensif kepada seluruh peserta dengan mengacu pada perkembangan regulasi terkini.

 

Dengan pemahaman yang sama, ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menerapkan ASB secara konsisten sehingga proses perencanaan dan penganggaran di lingkungan Pemko Medan semakin berkualitas.

 

“Saya berharap FGD ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat ditindaklanjuti bersama dalam mengoptimalkan penerapan Analisis Standar Belanja demi mewujudkan tata kelola Pemko Medan yang semakin baik,” pungkasnya.(bj)