Jadi Prioritas Presiden Prabowo, Banyuwangi Masuk Program PLTS 100 GWp

Nasional38 Dilihat

BANYUWANGI — Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang masuk dalam program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut diluncurkan secara serentak di 15 lokasi pada Selasa (25/8/2026). Peluncuran utama berlangsung di Denpasar, Bali, dan diikuti secara daring oleh 14 lokasi lainnya, termasuk Banyuwangi.

“Dengan ini secara resmi saya luncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 Gigawatt peak,” kata Prabowo saat peluncuran.

BACA JUGA :  Mutasi Besar TNI: Kakak Ipar Teddy Indra Wijaya Naik Pangkat Jadi Brigjen, Panglima Tekankan Profesionalisme

Presiden menyebut kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini sekitar 88 GW, yang berasal dari berbagai sumber energi, mulai dari batu bara, minyak, gas, hingga energi terbarukan seperti panas bumi.

Menurut Prabowo, pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas total 100 GW tersebut dapat rampung dan beroperasi dalam waktu tiga tahun.

“Saat ini seluruh listrik kita 88 GW, dari batu bara, minyak, gas, geothermal. Kita akan membangun 100 GW. Target kita 100 GW dalam tiga tahun,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bantuan Tahap I Presiden Prabowo Tiba di Kalteng, 75 Mesin Pompa Air Disiapkan untuk Penanganan Karhutla

Di Banyuwangi, pembangunan PLTS berlokasi di lahan seluas sekitar 130 hektare milik PTPN I Regional 5 di Kecamatan Kalipuro. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki tingkat iradiasi matahari yang tinggi sehingga dinilai potensial untuk pengembangan energi surya.

PLTS Banyuwangi dirancang memiliki kapasitas sebesar 130,2 Megawatt peak (MWp).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut mengikuti peluncuran menyatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan agar pembangunan PLTS berjalan lancar.

BACA JUGA :  Kejaksaan Agung Periksa 2 Saksi Kasus Impor Gula

“Program pembangunan PLTS ini termasuk salah satu Program Strategis Nasional (PSN),” kata Ipuk.

Ia menambahkan, pembangunan PLTS tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Masuknya Banyuwangi dalam program PLTS 100 GWp diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi energi surya di daerah sekaligus mendukung percepatan transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (bc/isl)