Mendagri dan Mensos Salurkan Bansos Rp878 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Nasional, Politik91 Dilihat

BANDA ACEH – Pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap pertama senilai Rp878.681.800.000 bagi masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan oleh Muhammad Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Tito menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan saat ini merupakan tahap awal dan pemerintah masih menyiapkan penyaluran tahap berikutnya.

“Nanti akan ada gelombang bantuan selanjutnya,” ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Mendagri menghadiri kegiatan Khanduri Nuzulul Quran Aceh Ramadan Festival 2026 di kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana.

BACA JUGA :  Anggota DPR RI PKB Kunker ke Kantor PKB Sumut

Adapun bantuan yang diberikan meliputi Bantuan Isian Hunian (BIH), Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE), serta Jaminan Hidup (Jadup). Secara keseluruhan, BIH dan BSSE disalurkan kepada 67.886 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Rinciannya, BIH sebesar Rp203.658.000.000 dan BSSE sebesar Rp339.430.000.000, sehingga total bantuan pada komponen tersebut mencapai Rp543.088.000.000.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan Jadup kepada 248.588 penerima manfaat dengan nilai Rp450.000 per bulan selama tiga bulan. Total anggaran yang dialokasikan untuk Jadup mencapai Rp335.593.800.000. Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Sebelumnya, Mendagri juga menegaskan pentingnya bantuan tersebut dalam acara penyerahan santunan bagi ahli waris korban bencana hidrometeorologi dan sosialisasi penambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 yang digelar secara hybrid dari Gedung MTQ Pidie Jaya, Aceh, Jumat.

BACA JUGA :  Kejari Palembang Gelar Tahap II Kasus Tipikor terhadap Tersangka Deliar dan Alex

Untuk Provinsi Aceh, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp450.765.150.000. Bantuan BIH dan BSSE diberikan kepada 35.085 KPM, dengan rincian BIH sebesar Rp105.255.000.000 dan BSSE sebesar Rp175.425.000.000. Dengan demikian, total bantuan pada komponen tersebut mencapai Rp280.680.000.000. Sementara itu, Jadup disalurkan kepada 125.989 penerima manfaat dengan total Rp170.085.150.000.

Tito menyebut sebagian besar bantuan tersebut dialokasikan untuk wilayah Aceh, termasuk Kabupaten Pidie Jaya yang menerima porsi cukup besar.

“Sekitar Rp400 miliar di antaranya untuk Aceh, dan sekitar Rp241 miliar berada di Pidie Jaya,” ujarnya.

Di Provinsi Sumatera Utara, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp82.809.950.000. Bantuan tersebut terdiri dari BIH sebesar Rp11.028.000.000 dan BSSE sebesar Rp18.380.000.000 bagi 3.676 KPM, dengan total Rp29.408.000.000. Selain itu, Jadup diberikan kepada 39.557 penerima manfaat dengan total Rp53.401.950.000.

BACA JUGA :  Bambang Sri Kurniawan Terpilih Jadi Ketua Umum Club Sepatu Roda DSILS Periode 2022-2025

Sementara itu, masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat menerima bantuan sebesar Rp43.440.100.000. Rinciannya, BIH sebesar Rp10.617.000.000 dan BSSE sebesar Rp17.695.000.000 untuk 3.539 KPM dengan total Rp28.312.000.000. Sedangkan Jadup diberikan kepada 11.206 penerima manfaat dengan nilai Rp15.128.100.000.

Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan serta mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak bencana.

Selain itu, pemerintah memastikan seluruh bantuan disalurkan secara tepat sasaran berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi. (ant/isl)