PDIP Sumut Sodorkan Figur Lawan Bobby di Pilgubsu

Politik62 Dilihat

MEDAN – DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut) telah menyodorkan dua nama untuk melawan Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution, dalam Pilgub Sumut 2024.

Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon mengatakan kedua nama itu sudah diserahkan kepada DPP PDIP. Mereka yaitu Nikson Nababan dan Edy Rahmayadi.

“PDIP melalui penjaringan dan diusulkan ke DPP. Soal nama ada juga kader kita Nikson Nababan, non kader ada Edy Rahmayadi. Dan itu semua sudah dikirim ke DPP,” kata Rapidin usai berkunjung di Kantor DPW PKS Sumut di Medan, Rabu (10/7).

BACA JUGA :  Pilgub Sumut 2024, NasDem Dukung Bobby

Ia berharap salah satu dari kedua nama itu bisa menjadi rival Bobby yang kini sudah mengantongi dukungan dari enam partai, yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, NasDem, PAN dan PKB.

Namun, DPP PDIP hingga kini belum memutuskan bakal calon kepala daerah yang bakal diusung di Pilgub Sumut 2024. Rapidin pun menyerahkan segala keputusan ke pusat.

“Soal nanti siapa yang menjadi keputusan DPP tentu kami all out, artinya tegak lurus. Kita berjuang sampai menang,” ucapnya.

BACA JUGA :  IKA MAN 1 Siap Dukung Rahudman Harahap di Pilkada Kota Medan

Rapidin menegaskan tak ingin Bobby Nasution melawan kotak kosong karena sudah mengantongi dukungan enam partai.

Rapidin menyebut jika hanya ada satu calon kepala daerah, maka demokrasi tidak akan berjalan dengan baik. Ia pun mengingat pesan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang terus memperjuangkan demokrasi.

“Kalau hanya satu calon melawan kotak kosong apa itu demokrasi? Kalau saya ditanya sebagai Ketua DPD, saya akan usulkan ke Ibu Megawati. Walaupun kita sendiri. Pasti kita membawa calon sendiri. Diloloskan atau tidak kami hanya bisa berdoa,” tuturnya.

BACA JUGA :  Dalam Paripurna di DPRD, Bupati Batubara Menyampaikan 17 Program Kerja Pemerintahannya

Rapidin pun mengaku tak gentar jika pada akhirnya PDIP memilih jalan berbeda dengan partai politik lainnya. Sebab, PDIP mempunyai 21 kursi di DPRD Sumut.

Dengan demikian, partai berlambang banteng tersebut bisa mengusung calon gubernur dan wakil gubernur tanpa harus berkoalisi dengan partai politik lain.(cnni/bj)