MEDAN – Mandi mungkin terdengar seperti rutinitas paling sederhana yang kita lakukan setiap hari. Tinggal basahi tubuh, pakai sabun, lalu bilas. Selesai? Eits, ternyata tidak sesederhana itu.
Para dokter kulit menegaskan, cara mandi yang benar memiliki urutan dan teknik tertentu. Jika dilakukan dengan tepat, mandi bukan hanya membersihkan tubuh, tapi juga menjaga kesehatan kulit dan rambut secara optimal.
🚿 Mulai dari Rambut, Bukan Tubuh
Sebelum masuk kamar mandi, biasakan menyisir rambut saat masih kering untuk mengurangi risiko kusut dan patah saat basah.
Setelah itu, basahi rambut dan gunakan sampo secukupnya. Pijat lembut kulit kepala agar kotoran dan minyak terangkat maksimal. Jika perlu, ulangi sekali lagi.
Lanjutkan dengan kondisioner yang diaplikasikan dari bagian tengah hingga ujung rambut agar tetap lembut dan tidak kering.
🧼 Sabunan dari Atas ke Bawah
Setelah rambut bersih, giliran tubuh. Bersihkan dari leher hingga kaki, terutama area yang mudah berkeringat seperti ketiak dan lipatan tubuh.
Ahli epidemiologi dari CDC, Amy Freeland, Ph.D., menekankan pentingnya membersihkan seluruh bagian tubuh.
“Penting untuk membersihkan seluruh bagian tubuh, termasuk ketiak, kaki, dan area intim, karena bakteri dan keringat dapat menumpuk dan menyebabkan bau tidak sedap serta infeksi,” jelas Amy Freeland, dikutip dari Real Simple.
Untuk area intim, cukup bersihkan bagian luar saja agar tidak mengganggu keseimbangan alami tubuh.
🪒 Mencukur? Lakukan di Waktu yang Tepat
Jika ingin mencukur, lakukan saat kulit dalam kondisi hangat dan lembap. Cara ini membantu meminimalkan iritasi dan membuat proses mencukur lebih halus.
Gunakan produk khusus seperti krim atau gel cukur agar kulit tetap terlindungi.
🧴 Wajah Terakhir, Bukan Pertama
Banyak orang mencuci wajah di awal mandi. Padahal, dokter menyarankan mencuci wajah di akhir.
Hal ini bertujuan untuk menghilangkan sisa sampo atau kondisioner yang bisa menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.
🧻 Keringkan dengan Lembut, Jangan Digosok
Setelah mandi, hindari menggosok tubuh terlalu keras dengan handuk. Cukup tepuk-tepuk lembut agar air terserap tanpa merusak kulit.
Saat kulit masih sedikit lembap, segera gunakan lotion untuk mengunci kelembapan.
⏱️ Jangan Terlalu Lama!
Meski terasa menyenangkan, mandi terlalu lama justru tidak baik bagi kulit.
Menurut American Academy of Dermatology Association, durasi mandi ideal adalah sekitar 5–10 menit. Lebih dari itu bisa merusak lapisan pelindung alami kulit.
Profesor dermatologi di Yale School of Medicine, Mona Gohara, M.D., menjelaskan bahwa mandi memang bisa memberi efek relaksasi, namun tetap perlu dibatasi.
“Kelembapan dari uap air sebenarnya baik untuk kulit, dan waktu untuk diri sendiri juga bisa membantu mengurangi stres,” ujar Mona Gohara.
Namun, ia mengingatkan ada tanda sederhana jika mandi sudah terlalu lama, yakni saat jari tangan mulai keriput.
✨ Intinya…
Mandi bukan sekadar rutinitas, tapi bagian penting dari perawatan diri. Dengan urutan yang tepat, kamu bisa mendapatkan tubuh yang lebih bersih, kulit sehat, dan rambut yang terawat.
Jadi, masih mandi asal-asalan, atau sudah siap upgrade cara mandimu? 🚿 (wol/isl)
