Kopassus Tegaskan Isu Panglima Tampar Protokol Istana Adalah Hoaks

Nasional113 Dilihat

JAKARTA-  Komando Pasukan Khusus (Kopassus) membantah keras kabar yang menyebut Pangkopassus Djon Afriandi terlibat keributan hingga menampar pihak protokol Istana Kepresidenan. Informasi tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.

Bantahan itu disampaikan melalui akun resmi media sosial @penkopassus pada Selasa (21/4/2026). Dalam pernyataannya, Kopassus mengingatkan publik agar tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

BACA JUGA :  Perbaiki Sistem OPD, Kajati Papua Barat: Usai Penindakan, Kita Pembinaan

“Waspada, sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan istana. Faktanya, ini adalah karangan tanpa bukti valid. Jangan jadi penyebar hoaks,” tulis pernyataan tersebut.

Kopassus menilai narasi tersebut sengaja disebarkan untuk menciptakan kegaduhan serta memecah soliditas antar lembaga negara, khususnya antara TNI dan Istana Kepresidenan.

Sejauh ini, tidak ada satu pun keterangan resmi dari Sekretariat Presiden, Paspampres, maupun Tentara Nasional Indonesia yang membenarkan adanya insiden tersebut. Agenda kegiatan Letjen Djon Afriandi dalam beberapa hari terakhir juga disebut hanya mencakup aktivitas internal satuan dan koordinasi latihan.

BACA JUGA :  Sinergi TNI dan Warga Guworejo Sragen Bahu-Bahu Siapkan Pengecoran Jalan Jimbar–Derak

Kopassus menambahkan, pencatutan nama institusi dalam informasi palsu bukan kali pertama terjadi. Pola serupa sebelumnya juga muncul dengan narasi benturan antar matra hingga isu konflik antara TNI dan Polri.

Pihak TNI menegaskan akan menindak tegas penyebar hoaks yang merugikan institusi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (bc)