Di Harlah PKB, Prabowo Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina Tak Bisa Ditawar

Nasional, Politik91 Dilihat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (24/7/2026) malam.

“Yang tidak bisa tawar-menawar, kemerdekaan Palestina,” tegas Prabowo di hadapan para peserta Harlah PKB.

Prabowo menekankan, dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kemerdekaan bangsa-bangsa.

BACA JUGA :  Prabowo Terbitkan Inpres Penyelamatan Gajah Sumatera dan Kalimantan

Selain menegaskan sikap terhadap Palestina, Prabowo kembali menekankan bahwa Indonesia akan terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta menghormati seluruh negara tanpa memihak pada blok kekuatan tertentu.

“Begitu saya dilantik, politik luar negeri Indonesia, kita bersyukur bahwa kita nonblok. Kita hormati semua negara, semua kekuatan, Saudara-saudara. Kita ingin bebas aktif,” ujar Prabowo.

Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara non-blok memungkinkan pemerintah menjalin kerja sama dengan berbagai negara tanpa harus terlibat dalam rivalitas geopolitik dunia.

BACA JUGA :  Wapang TNI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Ia menegaskan bahwa politik luar negeri bebas aktif menjadi landasan Indonesia untuk tetap menjaga kedaulatan dalam menentukan sikap, sekaligus membangun hubungan yang damai, bersahabat, dan saling menghormati dengan seluruh negara.

“Saya katakan politik luar negeri Indonesia yang dipimpin Prabowo Subianto, politik kita menjadi tetangga yang baik, the good neighbor. Kita baik sama semua kekuatan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menjelaskan bahwa sistem pertahanan Indonesia tetap berlandaskan konsep pertahanan rakyat semesta. Menurutnya, kekuatan pertahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga oleh persatuan serta kecintaan rakyat terhadap tanah air.

BACA JUGA :  Bacakan Amanat KASAD, WS Kasdim 0503/JB Tekankan Disiplin Energi dan Loyalitas Prajurit di Tengah Ancaman Global

Prabowo menegaskan bahwa penguatan pertahanan Indonesia bukan untuk mengancam negara lain, melainkan sebagai bentuk kesiapan dalam menjaga kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

“Kita tidak mau ganggu negara lain, tapi Indonesia akan mempertahankan kemerdekaannya,” tegas Prabowo. (kmp/isl)