BKM Nurul Hidayah MMTC Jalin Kolaborasi Dakwah Bersama Bunda Ronny Rezkitta

Sumut101 Dilihat

Medan – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Hidayah Komplek Pasaraya MMTC menjalin silaturahim dengan tokoh masyarakat sekaligus Pembina Yayasan Marhamah Khoiro Ummah, Bunda Ronny Rezkitta Siregar, di Bintang House Syariah, Jalan Titipapan/Gatot Subroto, Medan, Kamis (30/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dalam memperkuat syiar Islam dan memakmurkan Masjid Nurul Hidayah sebagai pusat kegiatan dakwah dan pemberdayaan umat.

Ketua BKM Nurul Hidayah, Muhammad Ibrahimsyah Sinambela, menyampaikan apresiasi kepada Bunda Ronny beserta tim yang bersedia bersinergi dengan kepengurusan baru BKM dalam menjalankan program-program dakwah dan keumatan.

“Kepengurusan baru ini ingin menjadikan Masjid Nurul Hidayah bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat syiar dakwah bagi umat. Kami berharap masjid ini dapat berkembang menjadi masjid percontohan di Sumatera Utara,” ujarnya.

BACA JUGA :  Wagub Sumut Surya Serahkan Penghargaan Lingkungan Hidup 2024, Tiga Perusahaan Dapat Kategori Emas

Sementara itu, Sekretaris BKM Nurul Hidayah, Buya Rafdinal, S.Sos., M.AP., mengingatkan bahwa Masjid Nurul Hidayah memiliki sejarah sebagai masjid perjuangan umat.

“Kini saatnya menjadikan Masjid Nurul Hidayah sebagai pusat peradaban. Karena itu, BKM membuka ruang kolaborasi bagi berbagai komunitas untuk bersama-sama memakmurkan masjid,” katanya.

Menurutnya, selain meningkatkan kualitas ibadah mahdhah, kepengurusan baru juga berkomitmen menghadirkan berbagai program majelis taklim yang dapat diselenggarakan baik oleh internal BKM maupun pihak eksternal.

BACA JUGA :  BKM Nurul Hidayah Pasaraya MMTC Ikuti Seminar Sertifikasi Wakaf DMI Deli Serdang

Dalam silaturahim tersebut, Ketua dan Sekretaris BKM didampingi Wakil Ketua Riswan, ST, Ketua Bidang Imarah Rahmad Gustin, Ketua Bidang Ri’ayah Abdul Latif Balatif, serta Ketua Humas Islahuddin Panggabean.

Bunda Ronny Rezkitta Siregar menyambut baik inisiatif BKM Nurul Hidayah untuk membangun kolaborasi dalam dakwah. Ia menekankan pentingnya melibatkan berbagai elemen masyarakat agar program keumatan dapat memberikan dampak yang lebih luas.

“Kita harus memiliki tagline membangun peradaban dengan Islam. Yang paling penting adalah edukasi kepada umat,” ujarnya didampingi tim Yayasan Marhamah Khoiro Ummah.

Ia juga mengingatkan agar setiap program masjid disusun secara terukur sehingga dapat dimonitor dan dievaluasi secara berkala.

BACA JUGA :  Sikat Sarang Narkoba dan Judi di Sibolangit, Jean Calvijn Ultimatum Bandar: Kamu Bisa Berlari, tapi Tak Bisa Bersembunyi

“Program masjid harus memiliki indikator keberhasilan dan dievaluasi secara periodik, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial,” tegasnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah rencana kolaborasi, di antaranya penyelenggaraan Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pelaksanaan program Bebas Buta Baca Al-Qur’an (B3AQ), program Sedekah Sembako, serta pengelolaan Sedekah Sampah yang akan dipusatkan di Masjid Nurul Hidayah MMTC.

Melalui kolaborasi ini, BKM Nurul Hidayah berharap masjid dapat semakin berperan sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat di Sumatera Utara. (r/isl)