Lima Kecamatan di Kota Medan Masuk Kategori Bahaya Narkoba, Medan Johor Tertinggi

Medan113 Dilihat

Medan – Sebanyak lima kecamatan di Kota Medan masuk dalam kategori bahaya narkoba berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU). Dari lima wilayah yang diteliti, Kecamatan Medan Johor tercatat memiliki tingkat kerentanan tertinggi.

Penelitian dilakukan di Kecamatan Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Tembung, Medan Johor, dan Medan Area. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima kecamatan tersebut berada pada kategori bahaya untuk dimensi narkoba, kesehatan sosial, dan kemiskinan, serta kategori waspada untuk aspek kriminalitas.

BACA JUGA :  "Gelora Night" Rawat Semangat dan Silaturahim Kader Gelora Medan

Medan Johor menjadi wilayah dengan tingkat risiko paling tinggi, di mana 57,5 persen responden berada dalam segmen berisiko tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba.

Kajian tersebut juga mengungkap bahwa sabu-sabu merupakan jenis narkotika yang paling banyak dikenal masyarakat sebagai narkoba yang beredar. Sementara itu, pengaruh teman sebaya menjadi faktor dominan yang mendorong seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap tingkat kriminalitas. Sebaliknya, kemiskinan menjadi satu-satunya faktor yang terbukti berpengaruh secara langsung terhadap meningkatnya angka kriminalitas.

BACA JUGA :  Musrenbang Awal 2025 Sangat Penting Demi Pembangunan

Selain itu, tim peneliti juga menemukan adanya hubungan yang kuat antara rendahnya kesehatan sosial dengan tingkat kemiskinan di masyarakat.

Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan penanganan persoalan sosial secara terpadu melalui penguatan program pencegahan narkoba, peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, penguatan ketahanan komunitas, serta sinergi lintas sektor.

Menanggapi hasil penelitian itu, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bahwa persoalan narkoba, kriminalitas, kesehatan sosial, dan kemiskinan saling berkaitan sehingga harus ditangani secara menyeluruh dengan pendekatan berbasis data.

“Kalau kita hanya menyelesaikan satu bagian saja tanpa memperkuat bagian yang lain, hasilnya tidak akan maksimal,” ujar Rico.

BACA JUGA :  Bapenda Kota Medan Terus Intensifkan Penagihan Tunggakan Pajak, Wujudkan Tertib Perpajakan

Ia menambahkan bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan bagian penting dalam strategi pencegahan kejahatan. Berdasarkan data pemerintah, tingkat kemiskinan di Kota Medan pada 2025 berada di angka 7,25 persen.

Rico juga menekankan pentingnya perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba melalui peran keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, rumah ibadah, hingga ruang-ruang publik.

“Menciptakan keamanan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi juga dengan membuka kesempatan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan memastikan masyarakat memiliki harapan untuk masa depan,” tegasnya. (r/isl)