MBG Bantu Tekan Beban Keluarga Ojol, Tanti: Penghasilan Bisa Dialihkan untuk Kebutuhan Lain

Sumut13 Dilihat

MEDAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan dampak yang lebih luas bagi keluarga pekerja informal, termasuk pengemudi ojek online (ojol). Ketika kebutuhan makan bergizi anak terbantu, sebagian penghasilan harian ojol dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga lainnya.

Wakil Ketua DPP Komando Ojol Indonesia Raya (KOJIRA), Tanti, yang juga seorang driver ojol wanita, mengatakan kondisi pendapatan pengemudi ojol sangat bergantung pada jumlah order dan jam kerja.

“Penghasilan ojol tidak selalu tetap. Secara kotor, seorang driver aktif bisa memperoleh sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per hari. Tetapi itu belum dipotong bensin, perawatan kendaraan dan biaya operasional lainnya,” kata Tanti.

BACA JUGA :  Gubernur Bobby Nasution Ajak HMI Terlibat Penerapan Restorative Justice di Sumut

Dengan pola kerja sekitar 22 hari dalam sebulan, pendapatan kotor tersebut secara sederhana berada di kisaran Rp4,4 juta hingga Rp5,5 juta per bulan. Namun, angka itu merupakan perkiraan dan bukan pendapatan bersih karena setiap driver memiliki kondisi order dan biaya operasional yang berbeda.

Menurut Tanti, dalam kondisi seperti itu, MBG dapat memberikan ruang ekonomi baru bagi keluarga ojol.

BACA JUGA :  Sumut Masuk 10 Provinsi Inflasi Terendah

“Kalau kebutuhan makan bergizi anak terbantu melalui MBG, penghasilan yang sebelumnya harus dialokasikan untuk kebutuhan tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Bisa untuk biaya sekolah, bensin, cicilan, perawatan motor atau kebutuhan rumah tangga,” tegasnya.

Ia menilai manfaat MBG tidak seharusnya hanya dilihat dari makanan yang diterima anak, tetapi juga dari efek ekonomi yang dirasakan keluarga penerima manfaat.

“Bagi keluarga ojol, setiap rupiah sangat berarti. Ketika satu kebutuhan pokok terbantu, ada ruang bagi penghasilan kami untuk memenuhi kebutuhan lainnya,” ujar Tanti.

BACA JUGA :  Bobby Dukung Pelatihan AI untuk Guru di Sumut, Diharapkan Dapat Mendorong Transformasi Pendidikan

Karena itu, Tanti mendorong pemerintah agar pelaksanaan MBG terus diperkuat, transparan dan tepat sasaran. Ia juga berharap kelompok ojol dapat dilibatkan dalam ekosistem program tersebut, termasuk dalam aspek distribusi di wilayah yang memungkinkan.

“Driver ojol setiap hari berada di tengah masyarakat dan memahami kondisi lapangan. Kami siap mendukung MBG, tetapi juga ingin program ini benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (r/isl)