Karhutla di Desa Betaua Touna Hanguskan 5 Hektare, Asap Tebal Membubung

PERISTIWA70 Dilihat

TOUNA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, sejak Selasa (8/9/2026). Kebakaran diperkirakan menghanguskan area seluas sekitar 5 hektare dan menimbulkan asap tebal.

Hingga Rabu (9/9/2026) siang, tim gabungan masih melakukan proses pemadaman di lokasi. Laporan kejadian diterima Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta BPBD Kabupaten Tojo Una-Una pada Rabu sekitar pukul 14.12 WITA.

BACA JUGA :  Peduli Karhutla, M. Arif Tanjung Bagikan 1.000 Masker Kepada Warga

Kebakaran dilaporkan mulai terjadi pada Selasa sekitar pukul 13.00 WITA.

Ahmad Guntur mengatakan kondisi cuaca panas ekstrem yang disertai musim kemarau panjang diduga membuat kawasan hutan dan lahan mengalami kekeringan sehingga mudah terbakar.

“Cuaca panas ekstrem dan musim kemarau panjang menyebabkan kekeringan pada area hutan dan lahan sehingga mudah terbakar,” ujar Ahmad Guntur.

BACA JUGA :  Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Diduga Akibat Truk Air Mineral Rem Blong, 2 Orang Tewas

Meski demikian, penyebab atau pemicu pasti kebakaran hingga kini masih belum diketahui.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

Tim gabungan telah melakukan asesmen di lokasi, berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, sekaligus melaksanakan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.

BPBD juga mencatat kebutuhan mendesak berupa peralatan mobile pemadaman karhutla guna mempercepat penanganan kebakaran di lapangan.

BACA JUGA :  Terkait Karhutla di Kalbar, 9 Korporasi Dijatuhi Sanksi, Izin PT Wana Lestari Jaya Dicabut

Lokasi kebakaran berada di wilayah Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una. Titik koordinat kejadian telah dipetakan oleh petugas sebagai bagian dari pemantauan dan penanganan bencana.

Petugas masih melakukan pemadaman serta pemantauan terhadap kondisi di sekitar area yang terbakar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. (bc/isl)