Jakarta-New York Bertukar Pengalaman Hadapi Tantangan Perkotaan

Internasional72 Dilihat

NEW YORK — Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota New York Zohran Mamdani bertukar pengalaman mengenai berbagai persoalan perkotaan dalam pertemuan bilateral di Civic Hall, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu yang dihadapi kedua kota, mulai dari transportasi publik, kemacetan, banjir, polusi udara hingga pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui obligasi daerah.

Pertemuan Pramono dan Mamdani berlangsung di sela rangkaian Urban 20 (U20) Mayoral Summit 2026 yang digelar pada 19–21 September 2026 di New York.

Mamdani secara khusus menggali pengalaman Jakarta dalam mengatasi kemacetan serta mengembangkan integrasi transportasi publik.

Pramono menjelaskan, salah satu strategi yang dilakukan Pemprov Jakarta adalah mengembangkan layanan Transjabodetabek untuk memperkuat konektivitas Jakarta dengan wilayah penyangga sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah,” kata Pramono.

BACA JUGA :  Mengenaskan! Atlet Olimpiade Asal Uganda Tewas Dibakar

Ia menambahkan, Pemprov Jakarta juga memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat, di antaranya lansia, penyandang disabilitas, pelajar penerima KJP, serta mahasiswa penerima KJMU.

Bahas Strategi Pengendalian Banjir

Selain persoalan transportasi, Pramono dan Mamdani turut membahas tantangan banjir yang dihadapi Jakarta dan New York.

Pramono memaparkan sejumlah langkah Jakarta, mulai dari pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, pengurangan penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, hingga pengembangan Giant Sea Wall.

“Sama seperti New York, salah satu tantangan Jakarta adalah banjir. Karena itu, kami terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan Giant Sea Wall,” tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas rencana Pemprov Jakarta menerbitkan obligasi daerah atau Jakarta Bond untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur perkotaan.

Mamdani menyambut positif rencana tersebut dan menawarkan pertukaran pengetahuan antara tim keuangan New York dan Jakarta.

Pramono Paparkan Kondisi Ekonomi Jakarta

Sebelumnya, dalam forum U20 Mayoral Plenary di Civic Hall, Sabtu (19/9/2026) waktu setempat, Pramono memaparkan kondisi ekonomi Jakarta di hadapan para pemimpin kota dunia, termasuk Mamdani selaku tuan rumah.

BACA JUGA :  Khalil al-Hayya dan Harga Mahal Menjadi Tokoh Hamas

Pramono mengatakan Jakarta tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,52 persen dengan tingkat inflasi 2,5 persen.

Melalui akun TikTok pribadinya, @pramonoanung, Pramono menyebut stabilitas ekonomi tersebut turut mendorong masuknya investasi ke Jakarta. Dalam enam bulan pertama 2026, nilai investasi yang masuk ke Jakarta disebut mencapai US$10,5 miliar.

“Di tengah dunia yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi, Jakarta tetap mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,52 persen dengan inflasi tetap rendah di level 2,5 persen. Stabilitas ini telah mendorong masuknya investasi sebesar 10,5 miliar dolar AS ke Jakarta hanya dalam enam bulan,” kata Pramono, dikutip Senin (21/9/2026).

BACA JUGA :  Shigeru Ishiba Berpeluang Besar Jabat PM Jepang Baru

Mantan Sekretaris Kabinet itu juga menawarkan peluang investasi melalui 37 proyek pengembangan kota dengan potensi nilai investasi mencapai US$7 miliar.

“Jakarta siap membuka peluang investasi melalui 37 proyek pengembangan kota dengan potensi nilai investasi sebesar US$7 miliar. Kami mengundang para mitra kota, dunia usaha, dan mitra global untuk tidak hanya berinvestasi di Jakarta, tetapi juga bersama-sama membangun masa depan kota kita,” ujarnya.

Sementara itu, sebagai tuan rumah U20 2026, Mamdani dalam pidatonya menyampaikan tiga tema utama yang menjadi pembahasan U20 tahun ini, yakni perumahan terjangkau dan tunawisma, aksi iklim, keberlanjutan dan ketahanan kota, serta perlindungan komunitas imigran dan mobilitas manusia.

Forum U20 Mayoral Summit 2026 diharapkan menghasilkan dokumen kesepakatan serta rekomendasi kebijakan bersama bagi pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Pertemuan bilateral Pramono dan Mamdani menjadi bagian dari upaya kedua kota untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan sekaligus menjajaki kerja sama di bidang pembangunan kota. (r/isl)