Muhri Fauzi Hafiz Dorong Pengawasan Sekolah Rakyat Diperketat

Pendidikan, Sumut96 Dilihat

MEDAN — Program Sekolah Rakyat dinilai menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas pendidikan, pengawasan, serta pendampingan terhadap peserta didik.

Pimpinan Umum Media Indonesia Raya (MIRA), Muhri Fauzi Hafiz, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program yang memiliki tujuan besar karena memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan secara gratis.

Menurut Muhri, perhatian pemerintah perlu diarahkan tidak hanya pada pembangunan fasilitas dan penambahan jumlah peserta didik, tetapi juga pada penguatan sistem pengawasan di lingkungan Sekolah Rakyat.

BACA JUGA :  Muhri Fauzi Hafiz Optimis Kejatisu Mampu Ungkap Dugaan Korupsi di Pemprov Sumut, Totalnya Tembus Rp200 Miliar

“Program ini sangat luar biasa karena memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin. Namun, pengawasan dan pendidikan di dalam Sekolah Rakyat juga harus diperketat agar tujuan program benar-benar tercapai,” ujar Muhri, Senin (21/9/2026).

Ia menilai keberadaan tenaga pendidik yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan program. Selain guru, pendamping asrama juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi para siswa.

Muhri menekankan, anak-anak peserta Sekolah Rakyat tidak hanya membutuhkan pendidikan akademik, tetapi juga pendampingan yang mampu membantu mereka mengembangkan potensi dan membangun kepercayaan diri.

BACA JUGA :  PD 14 Sumut: DPRD se-Indonesia Jangan Diam Jika Payroll ASN Dipindahkan dari BPD

“Guru dan pendamping asrama harus memiliki kompetensi serta kepedulian terhadap perkembangan anak. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan masa depan peserta didik,” katanya.

Lebih lanjut, Muhri menyebut akses pendidikan gratis bagi lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin menunjukkan besarnya perhatian terhadap pemerataan kesempatan pendidikan. Menurutnya, perluasan program harus dibarengi dengan pengawasan agar bantuan benar-benar diterima kelompok yang menjadi sasaran.

“Perluasan program bukan hanya soal menambah jumlah penerima manfaat. Yang tidak kalah penting adalah memastikan bantuan hadir secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yang membutuhkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Muhri Fauzi Hafiz, Sambut Baik Bobby Nasution Jadi Anggota Kehormatan IKAMA

Ia menambahkan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda sekaligus menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan.

Karena itu, Muhri berharap pemerintah terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat, termasuk kualitas tenaga pendidik, pendamping asrama, fasilitas, hingga perkembangan peserta didik.

“Ketika seorang anak mendapatkan pendidikan yang layak, sebenarnya kita sedang membuka pintu masa depan bagi dirinya dan keluarganya. Pemerataan pendidikan harus menjadi jalan agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan menatap masa depan,” pungkasnya. (r/isl)