Menteri Ekraf Dorong Jenama Kuliner Lokal Tembus Pasar Global Lewat FHI 2026

Bisnis14 Dilihat

JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mendorong penguatan daya saing jenama kuliner lokal agar mampu menembus pasar internasional melalui ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang digelar di Jakarta International Expo (JIEXPO), Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Memasuki penyelenggaraan ke-20, FHI 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri makanan, minuman, dan perhotelan untuk memperluas kolaborasi sekaligus membuka peluang bisnis di tingkat nasional maupun global.

Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa subsektor kuliner merupakan salah satu pilar utama ekonomi kreatif Indonesia yang berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai nilai ekonomi, serta promosi identitas budaya melalui kekayaan kuliner Nusantara.

“Subsektor kuliner merupakan salah satu pilar utama ekonomi kreatif Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai nilai ekonomi, serta promosi identitas budaya bangsa. Food & Hospitality Indonesia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Menteri Ekraf.

Pada pameran yang berlangsung pada 21–24 Juli 2026 tersebut, Kementerian Ekraf menghadirkan Paviliun EKRAF yang menampilkan empat jenama kuliner binaan Program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK), yakni El’s Coffee, Novio Fresh, Pempek Cek Molek, dan Rasakoe. Keempat jenama dipilih melalui proses kurasi berdasarkan kesiapan produk untuk memenuhi kebutuhan industri hotel, restoran, dan katering (HoReCa).

BACA JUGA :  PGN Sukses Laksanakan Satgas Nataru 2024 Amankan Pasokan Gas Bumi

Program ASIK merupakan salah satu inisiatif strategis Kementerian Ekraf dalam memberikan pendampingan menyeluruh kepada pelaku ekonomi kreatif. Pendampingan tersebut meliputi peningkatan kapasitas usaha, standardisasi dan sertifikasi produk, hingga penguatan daya saing agar mampu bersaing di pasar ekspor.

Melalui program tersebut, Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat ekosistem subsektor kuliner nasional dengan mendorong pengembangan talenta, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses ke pasar internasional.

“Melalui momentum ini, mari kita jadikan Food & Hospitality Indonesia 2026 memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan tujuan tersebut. Di sinilah inovasi dipertemukan dengan pasar, dan kreativitas diterjemahkan menjadi nilai ekonomi yang nyata,” kata Teuku Riefky Harsya.

FHI 2026 diikuti oleh peserta dari 32 negara dan terintegrasi dengan pameran sektor perhotelan, desain, serta pengemasan. Kehadiran Kementerian Ekraf dalam ajang tersebut diharapkan dapat memperluas promosi produk-produk kuliner binaan ASIK kepada pelaku industri, calon pembeli, dan mitra bisnis dari berbagai negara.

BACA JUGA :  GoTo Salurkan Bonus Hari Raya Rp110 Miliar untuk Mitra Gojek

Turut hadir dalam pembukaan FHI 2026 antara lain Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia Meysia Stephanie. Menteri Ekraf juga didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu serta Pelaksana Harian Direktur Kuliner Dessy Widowati. (bc/isl)