Isi Kajian di Masjid Al-Muhajrin Griya Martubung 3, UDA Bahas Ciri Mukmin Sejati

Medan49 Dilihat

MEDAN — Eka Putra Zakran, SH., MH., CDr., yang akrab disapa Ustadz Dunia Akhirat (UDA), mengisi kajian keislaman di tengah jamaah STM Silaturahim, bertempat di Masjid Al-Muhajrin, Perumnas Griya Martubung 3, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (27/8/2026).

Kajian yang berlangsung setelah pelaksanaan salat Isya berjamaah tersebut dihadiri sekitar 50 jamaah. Dalam kesempatan itu, UDA menyampaikan kajian dengan tema “Ciri Ibadah Spiritual Mukmin Sejati”, merujuk pada kandungan QS. Al-Anfal ayat 2–4.

Dalam ceramahnya, UDA menjelaskan bahwa ciri mukmin sejati dapat dilihat dari dua aspek utama, yakni hati dan keimanan, serta ibadah dan amal perbuatan.

Mengutip QS. Al-Anfal ayat 2–4, UDA menjelaskan bahwa seorang mukmin memiliki hati yang bergetar ketika nama Allah disebut dan ketika ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan. Keimanannya semakin kuat dan ia senantiasa bertawakal kepada Allah SWT.

BACA JUGA :  Margaret Minta Kepling 8 Kelurahan Tangkahan Dicopot

Selain itu, menurut UDA, kualitas keimanan seorang mukmin juga tercermin dari ibadah dan amalnya. Seorang mukmin akan berusaha menegakkan salat dengan khusyuk, gemar berinfak, serta menjaga diri dari berbagai perbuatan yang sia-sia.

“Keimanan tidak hanya berhenti pada pengakuan di dalam hati, tetapi harus tercermin dalam ibadah, amal dan perilaku sehari-hari,” ujar UDA dalam kajiannya.

Lebih lanjut, UDA menerangkan bahwa dalam Islam dikenal sejumlah istilah yang menggambarkan tingkatan kualitas keberagamaan seseorang, di antaranya Muslim, Mukmin, Muhsin, Mukhlisin, dan Muttaqin.

Muslim merupakan orang yang memeluk dan berserah diri kepada agama Islam. Sementara Mukmin adalah orang yang beriman dan berusaha menaati ajaran Islam. Adapun Muhsin tidak hanya memiliki iman dan ketaatan, tetapi juga senantiasa berusaha memperbanyak kebajikan.

BACA JUGA :  PK IMM FH UMSU Gelar Bakti Sosial Sepekan di Desa Budaya Lingga Kabupaten Karo

Selanjutnya, Mukhlisin merupakan orang yang beriman, taat beribadah dan mengerjakan amal kebaikan dengan penuh keikhlasan. Sedangkan Muttaqin merupakan tingkatan yang menggambarkan orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT, yakni mereka yang berusaha melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

“Karena itu, menjadi Muslim jangan berhenti pada identitas. Kita harus terus meningkatkan kualitas diri dari Muslim menjadi Mukmin, Muhsin, Mukhlisin hingga mencapai derajat Muttaqin,” tegas UDA.

Kajian berlangsung sekitar 45 menit dan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog serta tanya jawab. Para jamaah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

UDA mengaku bersyukur atas antusiasme jamaah dalam mengikuti kajian tersebut. Menurutnya, suasana kajian berlangsung tenang dan para jamaah terlihat fokus menyimak materi yang disampaikan.

BACA JUGA :  Rico Waas Tawarkan Denmark Investasi di Sektor Pariwisata dan UMKM

“Alhamdulillah, antusias jamaah cukup baik. Saya melihat seluruh jamaah tenang dan fokus mendengarkan materi yang disampaikan. Di akhir acara, salah seorang jamaah bermarga Gea juga mengajukan pertanyaan,” ungkap UDA.

Menurutnya, sesi dialog tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk bertukar pikiran dan memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

“Bagi saya, ini merupakan sebuah kesyukuran. Selain dapat bertukar pikiran, berdialog dan berinteraksi langsung dengan jamaah, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi, khususnya bersama jamaah Masjid Al-Muhajrin, Tangkahan, Medan Labuhan,” pungkas UDA. (r/isl)