Dukung Pengelolaan Sampah Jadi Listrik di Bekasi, PLN Siap Serap 223.584 MWh per Tahun

Nasional6 Dilihat

BEKASI — PT PLN (Persero) memperkuat dukungan terhadap program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai salah satu solusi untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi bersih.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dalam agenda peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pengembangan PSEL di Indonesia selama ini menghadapi berbagai kendala, terutama terkait regulasi dan perizinan. Kondisi tersebut membuat proyek waste to energy berjalan relatif lambat.

Menurut Zulkifli, dalam kurun waktu sekitar 11 tahun hanya terdapat dua proyek PSEL yang berkembang, dengan salah satunya bahkan tidak berjalan secara optimal.

“Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden,” ujar Zulkifli.

Ia mengatakan pemerintah kini berupaya menyederhanakan berbagai aturan yang selama ini menjadi hambatan. Dari sebelumnya terdapat ratusan aturan, regulasi terkait pengelolaan sampah dan waste to energy tersebut akan dirapikan menjadi hanya tiga aturan utama.

BACA JUGA :  JAMPIDUM Gelar Diklat dan Sertifikasi, Pastikan Pelanggaran Hukum di Sektor Aset Kripto Tak Lolos dari Jerat Hukum

Zulkifli menekankan bahwa percepatan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut pembangunan PSEL Kota Bekasi sebagai langkah penting dalam menjawab persoalan sampah di wilayah Jawa Barat.

Ia berharap pembangunan fasilitas tersebut dapat berlangsung cepat dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga apa yang dicanangkan hari ini bisa berjalan dengan cepat dan mampu merespons apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Dedi.

Namun, Dedi mengingatkan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, menurutnya, harus dihentikan agar persoalan sampah dapat ditangani secara menyeluruh.

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan pembangunan PSEL Kota Bekasi menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan kondisi darurat sampah melalui sinergi berbagai pihak.

BACA JUGA :  Kejaksaan RI Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Erupsi Gunung Lewatobi

Menurut Pandu, proyek tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan energi bagi masyarakat.

PSEL Kota Bekasi diproyeksikan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, atau sekitar 70 persen dari timbulan sampah terolah di Kota Bekasi.

Proyek yang memiliki nilai investasi sekitar Rp3 triliun itu juga diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ per tahun dan menekan kebutuhan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga sekitar 90 persen.

Selain itu, proyek tersebut diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau.

Dari sisi energi, PSEL Kota Bekasi memiliki kapasitas netto sebesar 27,4 MW. Fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 223.584 MWh listrik per tahun.

Jumlah tersebut, dengan asumsi konsumsi rata-rata pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA, setara dengan kebutuhan listrik sekitar 55 ribu rumah tangga.

BACA JUGA :  Jaksa Agung Terima Kunjungan Menteri Perhubungan RI, Bahas Kerja Sama Strategis

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN siap menyalurkan kembali listrik yang dihasilkan PSEL untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di Bekasi.

“Demand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kami mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini, kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,” ujar Darmawan.

Menurutnya, konsep tersebut menunjukkan adanya siklus pemanfaatan sampah menjadi energi yang kemudian kembali digunakan untuk masyarakat setempat.

Darmawan menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan PSEL bukan semata-mata menghasilkan listrik. Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan yang lebih bersih melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi.

“Produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini,” tegasnya. (bc/isl)