MBG Menjangkau Desa-Desa di Sumut, Bunda Yin: Ini Investasi untuk Masa Depan

Nasional, Sumut9 Dilihat

Medan- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkembang di Sumatera Utara. Program prioritas nasional tersebut, tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi mulai memberikan dampak terhadap lapangan kerja, pelaku usaha lokal, koperasi, hingga rantai pasok pangan di daerah.

Data Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan pelaksanaan MBG telah menjangkau 33 kabupaten/kota. Pada Oktober 2025, tercatat 893.720 penerima manfaat, terdiri dari 871.617 peserta didik dan 22.103 penerima nonpeserta didik, yakni balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Program tersebut saat itu juga telah menyerap 13.190 tenaga kerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara itu, Kajian Fiskal Regional Kanwil DJPb Sumatera Utara mencatat bahwa hingga November 2025 MBG telah mencakup 387 SPPG, 1.063.247 penerima manfaat, 19.350 petugas dan 550 supplier lokal yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Kajian tersebut juga menyebut, MBG memberikan dampak positif terhadap perekonomian Sumut, melalui penguatan ketahanan pangan lokal, peningkatan peran koperasi dan UMKM, serta distribusi bahan pangan lokal. Analisis Input-Output memperkirakan MBG berpotensi meningkatkan PDRB Sumut sebesar Rp391,77 miliar atau sekitar 0,06 persen.

BACA JUGA :  KSP Dudung Akan "Babat" Praktik Tak Benar di Program MBG hingga Sekolah Rakyat 

Perkembangan tersebut, menunjukkan bahwa MBG tidak berhenti di ruang kelas. Kehadiran SPPG di berbagai wilayah membuat kebutuhan bahan pangan, tenaga kerja, jasa distribusi dan kebutuhan operasional lainnya ikut bergerak. Pemerintah Provinsi Sumut sendiri sebelumnya menekankan, pentingnya menghitung kebutuhan bahan pangan setiap SPPG, agar pasokan lokal dapat diperkuat sekaligus menjaga stabilitas harga.

Ketua Dewan Pembina Lembaga Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (LMP MBG), yang juga Bendahara Gerindra Sumut, Meriyawaty Amelia Prasetio atau yang akrab disapa Bunda Yin, menilai MBG bukanlah beban bagi masyarakat, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA :  Haji Suratman Antar Langsung Petisi Rakyat Sumut Dukung Program MBG ke BGN RI

“Saya meyakini kehadiran program MBG bukanlah sesuatu yang membuat beban bagi masyarakat. Sebaliknya, ini adalah program yang sangat baik untuk masa depan. Anak-anak kita membutuhkan asupan gizi yang baik, agar tumbuh sehat dan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik,” ujar Bunda Yin, di Medan, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, keberhasilan MBG tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak makanan yang telah dibagikan. Yang lebih penting adalah memastikan makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, tepat sasaran dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, kata Bunda Yin, proses perbaikan harus dilakukan secara berkelanjutan, baik oleh seluruh elemen pendukung program maupun organisasi masyarakat yang ikut mengawal MBG.

BACA JUGA :  Bobby Apresiasi dan Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD Sumut terhadap LKPj 2024

“Perbaikan harus terus dilakukan, perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa baik di Partai Gerindra, maupun di Lembaga LMP MBG, Kita semua proaktif, mengawal program ini agar memberikan manfaat yang baik bagi seluruh penerima manfaat,” katanya.

“Bahkan melalui LMP MBG, kita sudah rutin melakukan komunikasi dengan masing-masing kepala SPPG yang bertanggung jawab penuh di dapur untuk mengolah bahan makanan dan mendistribusikannya, kepada penerima manfaat. Ini penting agar persoalan di lapangan bisa diketahui dan dicarikan solusi bersama.”

Diakhir keterangannya Bunda Yin juga menyampaikan rasa optimis atas pembenahan tata kelola dan pengawasan yang sedang berjalan, yang terus dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Mas Dar sebagai Kepala BGN, semua itu akan membuat pelaksanaan MBG semakin berkualitas. (r/isl)