KEBAYORAN BARU – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengapresiasi progres Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam mengembangkan sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). ATR/BPN kini selangkah lagi menjadi instansi ke-361 yang menerapkan manajemen talenta berbasis meritokrasi.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala BKN, Prof. Zudan, dalam kegiatan Ekspose Manajemen Talenta Kementerian ATR/BPN di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi dan pendampingan BKN terhadap ATR/BPN untuk mewujudkan sistem pengelolaan ASN yang profesional, objektif, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Prof. Zudan mengatakan dinamika pemerintahan serta perubahan program prioritas nasional membutuhkan pendekatan baru dalam pengelolaan ASN.
Menurutnya, jumlah ASN nasional yang meningkat dari sekitar 4,7 juta orang pada Januari 2025 menjadi 6,7 juta orang membutuhkan sistem pengelolaan talenta yang lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan organisasi.
“Kita tidak bisa menggunakan cara-cara biasa. Harus mencari cara baru agar lebih cepat, lebih mudah, dan lebih tepat mencari orang untuk mengeksekusi program-program unggulan Presiden maupun para Menteri,” ujarnya.
Prof. Zudan secara khusus mengapresiasi perkembangan ATR/BPN dalam membangun sistem meritokrasi dan manajemen talenta.
“Ini ATR/BPN berprogress sangat cepat untuk menerapkan meritokrasi dan manajemen talenta, memperbaiki kualitas SDM-nya untuk menerapkan manajemen talenta,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini sudah terdapat 360 instansi yang menerapkan manajemen talenta. BKN berharap ATR/BPN dapat menyusul dan menjadi instansi ke-361.
BKN sendiri mengembangkan manajemen talenta melalui sembilan level pemetaan, termasuk penyiapan talenta pada level 7, 8, dan 9 untuk mengisi jabatan-jabatan strategis.
Sementara itu, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN (Wamen ATR/Waka BPN), H. Ossy Dermawan, menegaskan komitmen kementeriannya dalam membangun sistem pengelolaan ASN yang semakin profesional, objektif, dan berlandaskan prinsip meritokrasi.
Dengan jumlah 33.328 ASN yang tersebar di tingkat pusat hingga daerah, manajemen talenta dinilai menjadi instrumen penting untuk memastikan proses rotasi, mutasi, serta pengembangan karier pegawai berjalan secara adil dan transparan.
“Dengan manajemen talenta yang baik dan benar, nantinya rotasi dan mutasi jabatan akan bisa dilaksanakan secara lebih adil karena ke depan prinsip meritokrasi bukan like and dislike,” tegas Ossy.
Dalam ekspose tersebut, Kementerian ATR/BPN memaparkan sejumlah agenda pengembangan manajemen talenta. Di antaranya, akuisisi talenta Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan Pratama, pemetaan talenta untuk kebutuhan suksesi jabatan, penyusunan kandidat suksesi, peta jalan retensi talenta, serta rencana pendalaman suksesor.
Pemetaan sembilan kotak talenta atau nine-box talent mapping juga diperkuat dengan data pendukung, termasuk tipologi kantor dan pola karier. Langkah ini dilakukan agar penempatan pegawai semakin sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.
BKN turut memberikan sejumlah masukan untuk menyempurnakan sistem tersebut. Masukan itu meliputi pemutakhiran data riwayat jabatan, pendidikan, dan pelatihan; penguatan mekanisme penghargaan bagi ASN berprestasi; penajaman pemetaan jabatan administrator; serta penambahan komponen indeks moralitas dan integritas.
Selain itu, BKN mendorong kelengkapan profil ASN melalui aplikasi MyASN. BKN juga menyiapkan fasilitas lemari digital bagi pegawai ATR/BPN untuk mendukung penyimpanan dan integrasi dokumen kepegawaian dengan SIASN serta sistem manajemen talenta.
Melalui sinergi tersebut, BKN dan Kementerian ATR/BPN berkomitmen memperkuat ekosistem manajemen talenta yang tidak hanya berorientasi pada pengisian jabatan, tetapi juga pengembangan karier dan peningkatan kualitas ASN secara berkelanjutan.
Ossy menegaskan, penyempurnaan manajemen talenta akan terus dikawal agar kinerja dan potensi menjadi dasar utama dalam pengembangan karier pegawai.
Dengan penerapan sistem meritokrasi yang semakin kuat, diharapkan kinerja organisasi meningkat sekaligus mendorong kualitas pelayanan pertanahan dan tata ruang kepada masyarakat. (bc/isl)
