INDRAGIRI HULU- Kobaran Karhutla belum sepenuhnya menyerah. Di tengah terik matahari, hembusan angin kencang, dan medan yang sulit ditembus, jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui Kodim 0302/Indragiri Hulu bersama tim gabungan terus memburu titik api dan bara yang masih bersembunyi di lahan Desa Rawa Sekip, Kecamatan Kuala Cenaku, serta Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Minggu (6/9/2026).
Di Rawa Sekip, sekitar dua hektare lahan terdampak menjadi fokus utama penanganan. Meski kobaran api telah ditekan, asap masih muncul dari sejumlah titik. Petugas pun tidak berhenti pada pemadaman permukaan. Penyisiran dilakukan secara bertahap untuk menemukan bara yang tersimpan di lapisan tanah agar tidak kembali menyulut kebakaran.
Perjuangan serupa berlangsung di Talang Jerinjing. Luas lahan terdampak masih dalam proses penghitungan, sementara tim gabungan terus bergerak menyasar titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Area yang telah dipadamkan juga langsung didinginkan untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi kembali membesar.
Medan menjadi lawan tersendiri. Akses menuju Rawa Sekip bahkan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Petugas harus menggunakan transportasi air untuk mencapai lokasi. Sementara itu, sebagian jalur menuju titik Karhutla di Talang Jerinjing hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua.
Situasi semakin menantang dengan kondisi cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air. Namun, berbagai kendala tersebut tidak menghentikan operasi di lapangan. Tim terus memperkuat penyisiran, pemadaman, dan pendinginan secara terpadu.
“Kami terus menyisir titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan melakukan pendinginan secara menyeluruh. Kendala utama di lapangan adalah akses yang cukup sulit, cuaca panas, angin kencang dan sumber air yang terbatas. Namun, bersama tim gabungan kami terus berupaya agar kondisi segera terkendali dan api tidak kembali muncul,” ujar salah seorang personel Kodim 0302/Inhu yang berada di lokasi.
Untuk mempercepat penanganan, petugas juga membuka jalur menuju titik api dan asap. Langkah ini dilakukan agar mobilitas personel serta distribusi peralatan dapat berlangsung lebih efektif, terutama pada lokasi yang memiliki akses terbatas.
Operasi penanganan Karhutla tersebut melibatkan unsur TNI AD, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Seluruh unsur bergerak bersama untuk menekan titik api, memastikan bara benar-benar padam, dan mencegah kebakaran kembali meluas.
Bagi tim di lapangan, memadamkan api bukan sekadar menghentikan kobaran yang terlihat. Bara yang masih tersembunyi di balik tanah justru menjadi ancaman yang harus dituntaskan. Karena itu, setiap titik asap terus diburu dan setiap area yang telah dipadamkan kembali didinginkan hingga dipastikan aman. (bc)
