JAKARTA — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mewakili Pemerintah RI menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yang Mulia Raja Norwegia Harald V dengan mengisi dan menandatangani Book of Condolence atau buku duka cita di Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Raja Harald V serta menyampaikan simpati Pemerintah dan rakyat Indonesia kepada Kerajaan Norwegia dan seluruh rakyatnya.
“Atas nama Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, saya menyampaikan simpati dan belasungkawa kepada Kerajaan Norwegia dan rakyatnya atas wafatnya Yang Mulia Raja Harald V,” tulis Menlu Sugiono dalam buku duka cita.
Menlu Sugiono juga mengenang Raja Harald V sebagai sosok pemimpin yang memiliki kehangatan, dedikasi, serta kerendahan hati.
“Raja Harald V akan selalu dikenang dan dihormati atas kepemimpinan, kehangatan, dedikasi, dan kerendahan hatinya. Warisan kepemimpinannya akan terus menginspirasi generasi mendatang,” lanjutnya.
Kehadiran Menlu Sugiono dalam pengisian dan penandatanganan buku duka cita tersebut menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Indonesia atas wafatnya Raja Harald V.
Langkah tersebut sekaligus mencerminkan hubungan persahabatan dan kerja sama yang telah terjalin erat antara Indonesia dan Norwegia.
Raja Harald V dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026 waktu setempat dalam usia 89 tahun.
Setelah bertakhta selama 35 tahun, Raja Harald V dikenang sebagai sosok pemimpin yang visioner dan memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan masyarakat Norwegia.
Wafatnya Raja Harald V meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi rakyat Norwegia, tetapi juga masyarakat internasional yang mengenalnya sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan modern Kerajaan Norwegia. (bc/isl)
