PKB Singgung Kader NU Tak Jadi Pengecut

Politik72 Dilihat

BALI – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, mengkritik secara terbuka upaya gangguan terhadap Muktamar PKB di Bali oleh sekelompok orang yang mengenakan atribut partai.

Cak Imin mengungkapkan bahwa ada sekelompok preman yang berpura-pura menjadi kader PKB dan mencoba mengacaukan jalannya muktamar.

“Kemarin ada beberapa gelintir preman pakai jaket pakai baju PKB mau mengganggu Muktamar ini,” cerita Cak Imin saat menyampaikan pidato penutup di Nusa Dua, Bali, Ahad (25/8).

BACA JUGA :  DPRD Medan Apresiasi Kebijakan Pemko Tanggung Biaya Pengobatan Korban Begal

Kader PKB gadungan ini disinyalir dikirim dari oknum PBNU. Namun, upaya tersebut berhasil dihalau oleh petugas keamanan adat Bali atau Pecalang yang bergerak cepat untuk menjaga ketertiban.

“Saya ingin mengimbau kalau kalian orang baik datanglah baik-baik tanpa harus mengirim preman untuk mengganggu kami. Kalau kalian orang baik jadilah manusia yang gentle tunjukan muka kalian,” tegas Cak Imin.

BACA JUGA :  Rakhmadsyah Sesalkan Pemekaran Percut Seituan Tak Masuk Ranperda

“Kalau kalian kader NU jangan jadi kader NU yang pengecut. Muhaimin ini ketua umum PKB sekaligus kader NU,” sambungnya berapi-api.

Cak Imin lalu menyampaikan terima kasih kepada para raja dan puri di Bali yang telah mendukung dan menjaga kelancaran Muktamar PKB. Dukungan ini, menurut Cak Imin, menunjukkan bahwa PKB memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat Bali.

BACA JUGA :  Polemik Penolakan Pendirian Gereja Toraja di Sungai Keledang, Anggota DPRD dari Partai Gelora Siap Mediasi Kedua Belah Pihak

“Alhamdulillah terima kasih kepada para raja-raja, puri-puri Bali yang telah membantu mengamankan proses Muktamar yang konstitusional ini,” tandasnya.(rm/bj)