Pandan — Majelis Taklim (MT) Cahaya Hidayah menerima kunjungan mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Barus (STAIB), Nursakinah Tanjung, dalam rangka pelaksanaan penelitian skripsi mengenai kehidupan religiusitas muallaf setelah mengalami proses konversi agama, Ahad (20/9/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penelitian skripsi Nursakinah Tanjung dengan judul “Religiusitas Muallaf Pasca Konversi Agama pada Majelis Taklim Cahaya Hidayah di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.”
Kehadiran peneliti disambut langsung oleh Junaidi Syaputra, Relawan Inspirasi Rumah Zakat sekaligus Founder Majelis Taklim Cahaya Hidayah. Dalam kesempatan tersebut, Junaidi menyampaikan apresiasi atas ketertarikan mahasiswa untuk mengangkat kehidupan para muallaf sebagai objek penelitian.
Menurutnya, perjalanan seorang muallaf tidak berhenti ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah memeluk Islam, terdapat proses panjang yang harus dilalui, mulai dari mengenal ajaran Islam, membangun kebiasaan beribadah, memperkuat keyakinan, hingga beradaptasi dengan lingkungan sosial yang baru.
“Menjadi seorang muallaf adalah sebuah perjalanan. Setelah syahadat, masih ada proses untuk belajar, memahami, dan menguatkan keyakinan. Karena itu, pendampingan dan lingkungan yang baik sangat dibutuhkan agar mereka tidak merasa berjalan sendirian,” ujar Junaidi.
MT Cahaya Hidayah sendiri menjadi salah satu ruang pembinaan bagi para muallaf untuk belajar dan memperdalam pemahaman keislaman. Melalui kegiatan pengajian dan pembinaan, para muallaf diberikan kesempatan untuk belajar Al-Qur’an, memahami dasar-dasar agama, serta membangun hubungan sosial yang dapat menguatkan mereka dalam menjalani kehidupan setelah memeluk Islam.
Penelitian yang dilakukan Nursakinah Tanjung diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi religiusitas para muallaf pasca konversi agama, termasuk bagaimana mereka menjalani proses pembelajaran agama, membangun kehidupan spiritual, serta menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan keimanan.
Junaidi Syaputra juga menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa yang melakukan penelitian di lingkungan MT Cahaya Hidayah menjadi bagian penting dalam memperkenalkan realitas kehidupan muallaf kepada dunia akademik.
“Kami berharap penelitian ini tidak hanya menjadi bagian dari penyelesaian tugas akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan menjadi bahan refleksi tentang pentingnya perhatian serta pendampingan terhadap saudara-saudara kita yang baru memeluk Islam,” tambahnya.
Kunjungan penelitian tersebut berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pihak MT Cahaya Hidayah menyambut baik proses penelitian dan berharap hasil penelitian nantinya dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pembinaan muallaf, khususnya di Kecamatan Pandan dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Bagi MT Cahaya Hidayah, setiap langkah kecil dalam mendampingi muallaf merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan ruang belajar, ruang bertumbuh, dan ruang untuk menemukan kembali ketenangan dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. (r/isl)
