MEDAN — Tangannya bergetar ketika membuka layar ponsel yang menampilkan hasil seleksi. Beberapa detik kemudian, air mata mengalir di pipi Farrah Adiba Sinaga, santri Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan.
Nama Farrah yang terpampang sebagai penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) LPDP Kementerian Agama Republik Indonesia Program Akselerasi S1 dan S2 Bahasa Arab di UIN Sunan Ampel Surabaya menjadi jawaban atas doa yang selama bertahun-tahun dipanjatkannya dalam setiap sujud dan tahajud.
Bagi Farrah, kabar tersebut bukan sekadar pengumuman kelulusan. Itu menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya, sekaligus kesempatan besar untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister melalui program yang disiapkan Kementerian Agama RI.
Yang membuat pencapaian itu semakin istimewa, dalam waktu hampir bersamaan Farrah juga dinyatakan lulus di Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, salah satu pusat keilmuan Islam terkemuka di dunia.
“Saya benar-benar menangis saat mengetahui lulus Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 dari Kementerian Agama RI. Rasanya seperti mimpi. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena diberi kesempatan yang begitu besar. Beasiswa ini bukan hanya membantu pendidikan saya, tetapi juga menjadi amanah dan kepercayaan yang harus saya jaga dengan sungguh-sungguh,” ujar Farrah, Jumat (7/8/2026).
Ia mengaku masih sulit mempercayai dirinya dapat menjadi salah satu penerima program akselerasi yang kompetitif tersebut. Kesempatan memperoleh beasiswa yang membuka jalan pendidikan hingga jenjang S2, menurutnya, merupakan anugerah yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.
“Saya sangat bangga bisa mendapatkan Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 dari Kementerian Agama RI. Ini adalah hadiah terbesar dalam perjalanan belajar saya di pesantren. Saya merasa semua lelah, doa, dan perjuangan selama ini benar-benar dijawab oleh Allah SWT,” tuturnya.
Farrah mengatakan, keberhasilan tersebut semakin memotivasinya untuk membuktikan bahwa santri mampu berprestasi dan bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
“Saya ingin membuktikan bahwa santri juga mampu berprestasi dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Perjalanan Panjang dari Pesantren
Perjalanan menuju capaian tersebut bukanlah sesuatu yang diraih secara instan.
Selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan, Farrah dikenal sebagai santri yang tekun, disiplin, serta memiliki kecintaan besar terhadap Bahasa Arab dan ilmu-ilmu keislaman.
Hari-harinya diisi dengan jadwal belajar yang padat, hafalan, diskusi, hingga berbagai persiapan akademik untuk menghadapi seleksi beasiswa dan perguruan tinggi.
Di balik keberhasilannya, Farrah selalu menyebut dua kekuatan utama yang mengiringi langkahnya, yakni doa orang tua dan bimbingan para guru.
Ia meyakini pencapaian tersebut bukan semata-mata hasil perjuangannya sendiri, melainkan buah dari dukungan keluarga, para pembina, serta lingkungan pesantren yang terus mendorongnya untuk berani bermimpi tinggi.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah berhenti mendoakan, kepada para ustaz dan ustazah yang membimbing dengan penuh kesabaran, serta kepada pimpinan pesantren yang selalu memberikan motivasi. Beasiswa ini adalah milik kita semua. Saya hanya menjadi perantara dari doa dan harapan banyak orang,” ujarnya.
Bukti Santri Mampu Berprestasi
Direktur Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., MM, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Farrah.
Menurutnya, Farrah merupakan sosok santri yang memiliki semangat belajar luar biasa dan konsisten menunjukkan prestasi selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Farrah adalah contoh santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, dan rendah hati. Keberhasilannya meraih Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 Kementerian Agama RI menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Yose Rizal.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA.
Ia menilai prestasi Farrah menjadi gambaran nyata bahwa pesantren memiliki kekuatan besar dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, sekaligus memiliki daya saing global.
“Farrah Adiba Sinaga telah menunjukkan bahwa santri mampu menembus program beasiswa bergengsi yang disiapkan Kementerian Agama RI. Keunggulan pesantren terletak pada perpaduan antara penguatan akhlak, kedisiplinan, pendalaman ilmu agama, dan pengembangan kemampuan akademik,” ungkap Impun.
Menurutnya, lingkungan pendidikan seperti pesantren dapat melahirkan generasi yang tangguh, mandiri, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
“Kami berharap prestasi Farrah menjadi inspirasi bagi seluruh santri di Kota Medan untuk terus belajar, berprestasi, dan mengharumkan nama bangsa,” katanya.
Kini, di balik senyum yang masih menyimpan jejak air mata syukur, Farrah menatap masa depan dengan penuh harapan.
Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 Kementerian Agama RI baginya bukan sekadar tiket menuju bangku kuliah. Lebih dari itu, beasiswa tersebut merupakan amanah untuk terus belajar, memperdalam ilmu Bahasa Arab dan syariah, serta kelak kembali mengabdi kepada umat dan bangsa.
Dari sebuah kamar santri di Medan, mimpi Farrah kini bergerak semakin dekat menuju panggung keilmuan dunia. Sebuah perjalanan yang membawa pesan sederhana: doa, kerja keras, dan pendidikan pesantren mampu mengantarkan anak bangsa menembus batas dan meraih mimpi hingga ke tingkat internasional. (r/isl)
