MEDAN – Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Medan menyatakan kesiapan untuk memaksimalkan peran dan memperkuat kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kota Medan.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris FPRB Kota Medan, Muhammad Ihsan Maulana, usai mengikuti kegiatan koordinasi penanggulangan bencana yang digelar BPBD Kota Medan bersama organisasi, komunitas dan relawan kebencanaan di halaman parkir Kantor BPBD Kota Medan, Jumat (11/9/2026).
“Kami siap dan siaga membantu BPBD serta seluruh relawan yang ada di Kota Medan,” ujar Ihsan.
Menurutnya, FPRB Kota Medan memiliki komitmen untuk mengambil bagian dalam upaya penanggulangan bencana, mulai dari penguatan kesiapsiagaan hingga mendukung respons ketika bencana terjadi.
Ia menilai, penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi relawan, tenaga medis, mahasiswa, komunitas serta kelompok masyarakat yang berada dekat dengan warga.
“Forum Penanggulangan Risiko Bencana siap memaksimalkan fungsi dan siap bekerja sama dalam menanggulangi bencana di Kota Medan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ihsan didampingi sejumlah pengurus FPRB Kota Medan, yakni Laila Fitri Sipahutar, Fahrul Ihsan dan Syahroni Nasution.
Perkuat Koordinasi
Pertemuan koordinasi tersebut dipimpin Ketua Tim Kerja Lingkup Kesiapsiagaan/Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Medan, Muhammad Yamin Daulay, SE, mewakili Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari.
Dalam pertemuan itu, BPBD Kota Medan memaparkan sejumlah potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kota Medan. Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan jaringan relawan kebencanaan.
Yamin menekankan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak agar penanganan di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama,” ucapnya.
Koordinasi dinilai penting karena ketika bencana terjadi, kecepatan penyampaian informasi, respons awal dan kemampuan bergerak di lapangan menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat.
Karena itu, penguatan komunikasi antara BPBD dan organisasi relawan menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terencana, terpadu dan terkoordinasi.
Libatkan Banyak Unsur
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran BPBD Kota Medan, Danru/Wadanru Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Medan, FPRB, Palang Merah Indonesia (PMI), FAJI Kota Medan, Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran USU, STIKes Mitra Husada, mahasiswa serta berbagai komunitas dan relawan penanggulangan bencana se-Kota Medan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa jejaring penanggulangan bencana di Kota Medan memiliki kekuatan yang luas dan tidak hanya bertumpu pada perangkat pemerintah.
Relawan dan komunitas memiliki posisi strategis dalam mendukung edukasi kebencanaan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, memberikan respons awal hingga membantu warga dalam kondisi darurat.
Suasana pertemuan berlangsung cair dan penuh keakraban. Diskusi dipandu Wahyudinata Simangunsong, Komandan Regu II, bersama Bayu Nugraha Anggawinata.
Melalui kegiatan koordinasi ini, BPBD Kota Medan dan seluruh unsur relawan diharapkan semakin solid dalam membangun komunikasi serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Bagi FPRB Kota Medan, sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan masyarakat mendapatkan dukungan yang cepat dan tepat ketika menghadapi situasi kebencanaan. (r/isl)
