Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG

Pendidikan, Sumut34 Dilihat

ASAHAN — Puluhan siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual, pusing, sesak hingga berkeringat dingin sekitar satu jam setelah menyantap makanan yang dibagikan di lingkungan sekolah.

Informasi yang dihimpun, makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 11.30 WIB. Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada para siswa sekitar pukul 12.00 WIB.

BACA JUGA :  Polres Tanjung Balai Sahur on the Road Bareng Komunitas Motor Vespa dan RX King

Sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan mereka. Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah segera mengambil langkah dengan membawa siswa yang mengalami keluhan ke fasilitas kesehatan.

Rahmad, operator sekolah yang turut membantu pembagian MBG, mengatakan pihak sekolah langsung membawa siswa untuk mendapatkan penanganan medis.

Kami langsung membawa siswa yang mengalami keluhan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan,” ujar Rahmad.

Para siswa awalnya dibawa ke Rumah Sakit Bantuan (Rumkitban) TNI AD di Lasitarda, Kisaran. Selanjutnya, sejumlah siswa dirujuk ke RSUD Kisaran dan Rumah Sakit Wira Husada untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA :  BGN Buka Akses Digital MBG, Orang Tua Segera Bisa Pantau Menu dan Kandungan Gizi Anak Secara Real Time

Rahmad juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah sempat mencium bau tertentu dari wadah makanan atau ompreng ketika makanan MBG dibagikan.

Meski demikian, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan. Diperlukan pemeriksaan medis terhadap para siswa serta pemeriksaan terhadap sampel makanan untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lainnya.

BACA JUGA :  Bobby Nasution Berharap Alokasi TKD Sumut Tahun 2027 Tetap Setara 2026

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian karena terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan program MBG. Kondisi para siswa dan hasil pemeriksaan terhadap makanan masih menunggu penanganan serta keterangan lebih lanjut dari pihak terkait.

Hingga berita ini disusun, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. (bc/isl)