GORONTALO — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia di lingkungan Kejaksaan Tinggi Gorontalo berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kejati Gorontalo, Rabu (2/9/2026).
Dalam upacara tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo, Dr. Sumurung P. Simaremare, menyampaikan amanat Jaksa Agung Republik Indonesia yang menekankan pentingnya soliditas dan solidaritas seluruh insan Adhyaksa dalam membangun serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan.
Dalam amanatnya, Jaksa Agung menegaskan bahwa kebangkitan Kejaksaan tidak lahir dari satu orang, satu kebijakan, maupun satu generasi. Kebangkitan institusi hanya dapat diwujudkan apabila seluruh insan Adhyaksa memiliki kesediaan untuk berjalan bersama dalam semangat kebersamaan.
“Tanpa soliditas dan solidaritas, kita tak akan mampu bertahan, apalagi melayani masyarakat para pencari keadilan,” demikian salah satu pesan dalam amanat Jaksa Agung yang disampaikan Kajati Gorontalo.
Sejalan dengan pesan tersebut, peringatan Harlah ke-81 Kejaksaan tahun ini mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.”
Tema tersebut mencerminkan tekad Kejaksaan untuk terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui penegakan hukum yang berintegritas, adil, dan humanis sebagai pilar utama dalam menghadirkan rasa keadilan di tengah masyarakat.
Upacara Harlah ke-81 Kejaksaan RI diikuti jajaran Kejati Gorontalo, mulai dari pejabat struktural, para jaksa, hingga seluruh pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Gorontalo.
Dalam pelaksanaan upacara tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kejati Gorontalo, Muhammad Arief Ubaidillah, S.H., M.H., bertindak sebagai Komandan Upacara.
Peringatan Harlah ke-81 Kejaksaan RI ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Kejati Gorontalo untuk semakin memperkuat kebersamaan dan solidaritas dalam menjalankan tugas dan fungsi penegakan hukum.
Melalui momentum tersebut, insan Adhyaksa diharapkan terus menjaga integritas, menjunjung tinggi keadilan, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan para pencari keadilan. (bc/isl)
