JAKARTA – Sebuah negara di Asia Tenggara tengah menyiapkan proyek ambisius untuk memperluas wilayahnya. Pemerintah berencana membangun daratan baru dengan menggabungkan sejumlah pulau untuk memenuhi kebutuhan industri, energi, hingga pertahanan.
Rencana tersebut diungkapkan Perdana Menteri Lawrence Wong dalam Rapat Umum Hari Nasional 2026 pada Minggu (30/8). Ia menyebut pemerintah akan mengembangkan kawasan baru di bagian barat dengan menggabungkan tiga pulau, yakni Semakau, Bukom, dan Sudong.
Konsep tersebut disebut memiliki kemiripan dengan pengembangan Pulau Jurong yang selama ini menjadi salah satu pusat industri energi dan kimia.
“Pulau Jurong telah membentuk perekonomian kita selama lima puluh tahun terakhir. Pulau barat yang baru ini dapat membantu membentuk Singapura untuk 50 tahun ke depan dan seterusnya,” kata Wong.
Menurut Wong, kawasan baru tersebut nantinya dapat mendukung pengembangan manufaktur canggih, pembangunan infrastruktur pembangkit listrik baru, serta kebutuhan pertahanan.
Pemerintah juga berencana membangun jalur penghubung yang menghubungkan kawasan baru tersebut dengan Pulau Jurong.
Dilansir Channel News Asia (CNA), Kamis (3/9), proyek yang disebut “Long Island” itu dijadwalkan mulai dikerjakan pada akhir 2026.
Namun, rencana tersebut bukan tanpa tantangan. Para ahli menilai metode reklamasi konvensional, seperti pengurugan, menghadapi persoalan meningkatnya biaya serta terbatasnya ketersediaan material yang dapat digunakan sebagai bahan pengisi.
Selain persoalan teknis, dampak terhadap lingkungan juga menjadi perhatian. Reklamasi dalam skala besar dinilai berpotensi mengganggu ekosistem laut, menghilangkan habitat, serta mengancam keanekaragaman hayati.
Pernah Dihuni Ratusan Nelayan
Tiga pulau yang masuk dalam rencana pengembangan tersebut juga memiliki sejarah tersendiri. Menurut South China Morning Post (SCMP), kawasan itu dulunya menjadi tempat tinggal ratusan penduduk yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan.
Para penduduk kemudian dipindahkan ke daratan utama seiring dengan rencana pengembangan pemerintah terhadap pulau-pulau tersebut.
Saat ini, masing-masing pulau memiliki fungsi yang berbeda.
Pulau Sudong digunakan sebagai zona latihan tembak militer dan dilengkapi landasan udara. Sementara itu, Pulau Semakau telah digabungkan dengan Pulau Seking yang lebih kecil dan digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah.
Adapun Pulau Bukom dikenal sebagai kawasan industri yang menjadi lokasi kilang minyak.
Rencana reklamasi tersebut turut menimbulkan kekhawatiran terhadap keberadaan terumbu karang. Direktur Institut Nasional untuk Ilmu Kelautan dan Samudra, Huang Danwei, mengatakan terumbu karang di sekitar Pulau Hantu dan Semakau diperkirakan telah berusia sekitar 8.000 tahun.
Menurutnya, terumbu karang yang langsung tertimbun akibat reklamasi tidak dapat dimitigasi.
Sementara itu, Kementerian Pembangunan Nasional Singapura menyatakan pemerintah menyadari pentingnya keanekaragaman hayati di kawasan pulau dan perairan tersebut.
Pemerintah mengaku masih mempelajari rencana tersebut secara hati-hati. Studi teknis, termasuk kajian lingkungan, akan dilakukan untuk mengetahui berbagai pilihan pembangunan serta potensi dampaknya terhadap keanekaragaman hayati dan kondisi hidrodinamika perairan.
Dengan proyek ini, pemerintah berharap kawasan barat yang baru dapat menjadi salah satu penopang perekonomian dan kebutuhan strategis negara tersebut dalam beberapa dekade mendatang. (bc/isl)
