BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan penempatan aparat bersenjata di sejumlah titik rawan kejahatan sebagai langkah pencegahan menyusul maraknya aksi begal di wilayah Bandung Raya. Usulan tersebut disampaikan setelah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk memperkuat pengamanan di berbagai wilayah.
Dedi mengatakan kehadiran aparat di lokasi-lokasi strategis diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas, baik di Bandung Raya maupun wilayah lain di Jawa Barat.
Selain memperkuat pengamanan oleh aparat, Dedi juga mengajak masyarakat mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) melalui patroli rutin di tingkat RT dan RW, terutama di kawasan yang dinilai rawan terjadi pembegalan, perampokan, dan tindak kriminal lainnya.
Ia menegaskan bahwa ancaman keamanan di Jawa Barat tidak hanya berasal dari aksi begal, tetapi juga aktivitas geng motor serta tawuran yang masih terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Dedi, akan terus berupaya meningkatkan keamanan demi memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
DPRD Soroti Minimnya Penerangan Jalan
Di sisi lain, anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana, mendesak Pemerintah Kota Bandung segera mengatasi persoalan minimnya penerangan jalan umum (PJU) yang dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya potensi aksi kriminalitas di malam hari.
Menurut Andri, banyaknya titik jalan yang gelap akibat PJU tidak berfungsi atau belum tersedia tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena dapat meningkatkan risiko pembegalan sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Ia meminta Pemkot Bandung segera melakukan pemetaan kawasan rawan, mempercepat perbaikan lampu jalan yang rusak, serta menambah PJU di wilayah yang masih minim penerangan.
Selain peningkatan infrastruktur penerangan, Andri juga mendorong penguatan langkah pencegahan melalui patroli rutin aparat keamanan serta pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri menegaskan pihaknya akan terus mengawal percepatan penanganan persoalan PJU agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, khususnya pada malam hari. Menurutnya, kondisi jalan yang terang menjadi salah satu faktor penting dalam menekan potensi tindak kriminalitas dan menciptakan rasa aman bagi warga. (mi/isl)
