Mushala Madinatul Quran Lopian Laksanakan Pengukuran Arah Kiblat, Tahap Penting Persiapan Rumah Ibadah

Sumut63 Dilihat

LOPIAN – Mushala Madinatul Quran Lopian, Kabupaten Tapanuli Tengah, melaksanakan pengukuran arah kiblat pada Selasa (27/10/2026) sebagai bagian dari tahapan persiapan pembangunan rumah ibadah. Kegiatan ini melibatkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah untuk memastikan arah kiblat mushala sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengukuran dilakukan oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Bincar Halomoan Siregar, S.Ag., M.A., didampingi staf Suhadi Surya Darma, S.E.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus Badan Kemakmuran Mushala (BKM) Madinatul Quran Lopian, yakni Andry Pasaribu, Romi Saputra Simatupang, dan Irfan Hakim, bersama para pekerja yang terlibat dalam proses pembangunan mushala.

BACA JUGA :  Bobby Nasution Apresiasi SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Jadi Sekolah Negeri Pertama di Indonesia Raih Otorisasi IB Diploma Programme

Pengukuran arah kiblat menjadi tahapan penting untuk memastikan bahwa mushala nantinya dapat digunakan sebagai tempat ibadah dengan arah salat yang tepat. Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan pengurus dalam mempersiapkan sarana ibadah yang layak, nyaman, dan mendukung kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Membangun Rumah Ibadah, Menyiapkan Generasi Qurani

Bagi BKM Madinatul Quran Lopian, pembangunan mushala ini bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan juga bagian dari ikhtiar menghadirkan pusat kegiatan keagamaan dan pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat.

Sesuai dengan namanya, Mushala Madinatul Quran diharapkan menjadi tempat tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an, ruang belajar bagi anak-anak dan generasi muda, serta wadah pembinaan akhlak dan penguatan nilai-nilai keislaman.

BACA JUGA :  Kunjungi Inspektorat Sumut, Sekdaprov Ajak Sinergi Sukseskan Visi-Misi Gubernur dan Wagub

Keberadaan mushala ini juga diharapkan dapat memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Lopian dan sekitarnya. Selain menjadi tempat pelaksanaan salat berjamaah, mushala tersebut diharapkan mampu mendukung kegiatan pendidikan Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya.

Keterlibatan pengurus BKM bersama para pekerja dalam proses pembangunan mencerminkan semangat kebersamaan untuk mewujudkan rumah ibadah yang bermanfaat bagi umat. Setiap tahapan pembangunan menjadi bagian dari upaya menyiapkan fasilitas ibadah yang dapat dimanfaatkan dan dimakmurkan masyarakat secara berkelanjutan.

BKM Madinatul Quran Lopian berharap pembangunan mushala dapat terus berjalan dengan dukungan dan partisipasi berbagai pihak. Dengan semangat gotong royong, mushala ini diharapkan kelak menjadi tempat ibadah yang hidup, pusat pembelajaran Al-Qur’an, sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  DPP AdNI Desak PT PLN Persero Perbaiki Layanan dan Audit Total Pasca Blackout Sumatera

Pelaksanaan pengukuran arah kiblat menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan pembangunan tersebut. Lebih dari sekadar memastikan ketepatan arah salat, kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadirkan rumah ibadah yang diharapkan memberikan manfaat bagi umat hingga generasi mendatang.

Mushala Madinatul Quran Lopian: Membangun rumah ibadah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan menyiapkan generasi Qurani untuk masa depan.(r/isl)