Tribute Ahmad Baqi, MUI Sumut Apresiasi Maestro di Balik Lagu Religi “Selimut Putih”

Sumut11 Dilihat

MEDAN — Bidang dan Komisi Seni Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada maestro komponis musik religi Prof (HC) Datuk Ahmad Baqi dalam acara “Syiar Bersyair” Tribute Prof (HC) Datuk Ahmad Baqi, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB di Raz Convention Hall, Jalan Dr. Mansyur, Medan, tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Sumatera Utara yang diketuai Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag.

Kehadiran MUI Sumatera Utara dalam acara tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang Ahmad Baqi sebagai komponis yang telah melahirkan banyak karya musik bernuansa religi dan sarat dengan nilai-nilai spiritual Islam.

Ahmad Baqi dikenal sebagai sosok di balik sejumlah karya lagu yang kuat dengan pesan kehidupan, nasihat, dakwah dan nilai keagamaan. Salah satu lagu fenomenalnya yang hingga kini masih dikenal luas adalah “Selimut Putih”.

Melalui syair lagu tersebut, pendengar diajak untuk mengingat kematian dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Sekujur tubuh akan menggigil
Sekujur badan akan kedinginan.

Datuk Jalidar dari Sabah, Malaysia, turut mengulas karakter musikal karya-karya Ahmad Baqi. Menurutnya, warna nada dalam karya sang maestro memiliki pengaruh kuat dari ragam lagu atau maqamat dalam tradisi pembacaan Al-Qur’an.

BACA JUGA :  Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Silaturahim ke MUI Sumut, Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkoba

“Dalam soal nada, Ahmad Baqi dipengaruhi kuat oleh nada-nada lagu Al-Qur’an yang disebut qiraat. Lagu-lagu itu seperti Bayati, Sika, Rast, Nahawand, Hijaz, Husaini dan Zarkah,” ujar Datuk Jalidar.

Sementara itu, Ahmad Syauqi, putra Ahmad Baqi, mengungkapkan kisah perjalanan hidup ayahnya dalam menemukan jalan di dunia seni musik.

Menurut Ahmad Syauqi, sang kakek, Abdul Majid, pada awalnya tidak mengarahkan Ahmad Baqi untuk menjadi seorang seniman atau pemusik. Ia justru menginginkan putranya tumbuh menjadi seorang ulama.

Didikan agama yang kuat tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter Ahmad Baqi. Bahkan, kecintaannya terhadap musik pernah dijalani secara sembunyi-sembunyi.

BACA JUGA :  Sekretaris MUI Sumut Tekankan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah di Milad ke-15 MT Ummu Rahmah

Ahmad Baqi dikisahkan sering bermain biola jauh ke kebun agar kegemarannya bermusik tidak diketahui oleh sang ayah.

Namun, pendidikan agama yang diterimanya sejak kecil justru memberikan warna tersendiri dalam perjalanan kariernya. Nilai-nilai keislaman kemudian banyak dituangkan dalam syair-syair yang berisi petuah, nasihat serta pesan dakwah melalui seni.

Almarhum H. Azra’i Abdurrauf, seorang qari dan guru yang juga sahabat Ahmad Baqi, disebut pernah memberikan dukungan kepada sang maestro untuk terus berkarya di bidang musik.

“Bagus juga kalau engkau ke bidang musik ini. Ada lagu-lagu yang bernafaskan Islam sebagai dakwah kepada masyarakat,” demikian pesan yang pernah disampaikan almarhum H. Azra’i Abdurrauf.

Sebagai bentuk penghormatan, Bidang dan Komisi Seni Budaya MUI Sumatera Utara menyerahkan buket bunga mawar merah muda kepada Ahmad Baqi melalui putranya, Ahmad Syauqi.

Pemberian bunga tersebut menjadi simbol penghormatan, rasa terima kasih dan ta’zim atas kontribusi Ahmad Baqi dalam melahirkan karya-karya seni yang tidak hanya memiliki nilai musikal, tetapi juga membawa pesan dakwah dan spiritualitas Islam.

BACA JUGA :  Paparkan Sejarah dan Kiprah dari Masa ke Masa, Ketua MUI Sumut Tegaskan Peran Sebagai Rumah Besar Umat Islam

Dari Bidang dan Komisi Seni Budaya MUI Sumatera Utara, hadir Wan Khairunnisah, Nani Ayum Panggabean, Sakdiyah Rahman dan Nuraini Simangunsong.

Mereka berharap ketulusan Ahmad Baqi dalam berkarya serta warisan seni yang telah ditinggalkannya dapat terus memberikan inspirasi bagi generasi seniman Muslim.

Karya seni, khususnya musik religi, diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu menjadi media dakwah yang menyampaikan pesan kebaikan, nilai kemanusiaan dan ajaran Islam kepada masyarakat.

“Semoga ketulusan Datuk Ahmad Baqi dalam berkarya dan warisan inspiratif yang ditinggalkannya senantiasa menjadi amal jariyah serta teladan bagi generasi seniman Muslim masa depan,” demikian harapan Bidang dan Komisi Seni Budaya MUI Sumatera Utara. (r/isl)