Kepala Bappisus Diskusi dengan Jamintel Kejagung, Bahas Optimalisasi APBN hingga Daerah

Hukum12 Dilihat

JAKARTA – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, berdiskusi dengan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Reda Manthovani. Pertemuan tersebut membahas optimalisasi peran intelijen penegakan hukum sebagai supporting system dalam pelaksanaan Asta Cita Presiden.

Diskusi yang berlangsung di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026), turut membahas upaya memperkuat sinergi antarlembaga, khususnya dalam mengawal dan mengoptimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Aris mengatakan, dalam diskusi tersebut Bappisus diminta memberikan pandangan terkait hal-hal yang dapat disinergikan dengan Kejaksaan, terutama dalam mendukung optimalisasi APBN.

“Di sini Bappisus diminta untuk memberikan apa, sebagai narasumber. Itu apa-apa yang mungkin bisa disinergikan atau apa yang bisa kita bantu sebagai Kepala Bappisus terhadap proses untuk optimalisasi APBN,” kata Aris kepada wartawan seusai diskusi.

Menurut Aris, optimalisasi APBN tidak hanya perlu dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga harus dipastikan manfaatnya sampai ke daerah. Karena itu, koordinasi dengan Kejaksaan menjadi penting mengingat jaringan Kejaksaan menjangkau hingga daerah.

BACA JUGA :  Terkait Kasus Korupsi Pengelolaan Gedung Mall Pinrang Tahun 2017-2024, Tim Tabur Kejati Sulsel Ciduk Tersangka HB di Bekasi

“Khususnya yang sampai ke daerah. Karena Bappisus tidak sampai ke daerah ya, yang sampai ke daerah adalah Kejaksaan,” ujarnya.

Aris juga mengapresiasi kinerja Kejaksaan dalam melakukan penegakan hukum terhadap berbagai tindakan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Ia menilai pemberantasan korupsi dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kepentingan negara sekaligus mendukung optimalisasi pengelolaan anggaran.

BACA JUGA :  Kejaksaan Agung Periksa 4 Saksi Lagi Terkait Perkara Minyak Mentah PT Pertamina

“Saudara-saudara semuanya melihat bagaimana proses penegakan hukum, pemberantasan korupsi, manipulasi, illegal logging, under invoicing, under counting, transfer pricing, ya semuanya ya kita sikat habis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aris memastikan koordinasi antara Bappisus dan Kejaksaan Agung terus berjalan secara intensif. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan pembangunan sekaligus memastikan anggaran negara digunakan secara optimal dan tepat sasaran.

BACA JUGA :  Tersangka TTL Ajukan Praperadilan Perkara Impor Gula, Ini Respon Kejagung

“Jadi cukup solid lah kerja sama dengan Kejaksaan ya maupun aparat penegak hukum yang lain,” pungkas Aris. (r/isl)