JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, melontarkan candaan saat menghadiri acara Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Dalam sambutannya, Maruarar menyapa satu per satu tamu undangan yang hadir, termasuk Presiden Prabowo Subianto, jajaran Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Ketika menyapa Kapolri dan Jaksa Agung, Maruarar menyelipkan candaan yang langsung mengundang perhatian hadirin.
“Sudah bagus Pak, Jaksa Agung sama Kapolri duduknya sudah dekat-dekat Pak, sesuai arahan Bapak, paten,” ujar Maruarar sambil menoleh ke arah Presiden Prabowo.
Ucapan tersebut disambut senyum dari Kapolri dan Jaksa Agung yang memang tampak duduk berdampingan. Maruarar kemudian mengajak para peserta acara memberikan tepuk tangan.
“Coba para pengembang tepuk tangan dulu. Kalau Jaksa Agung sama Kapolri, yang keras tepuk tangannya, bagus. Kalian ini enggak ngerti maksud saya,” katanya disambut tawa.
Candaan itu muncul di tengah perhatian publik terhadap hubungan Polri dan Kejaksaan Agung yang sempat menjadi sorotan menyusul penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Febrie diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan tiga perkara berbeda, yakni dugaan korupsi batu bara, PT Asabri, dan Krakatau Steel. Penetapan tersangka sempat dilakukan oleh Kortas Tipikor Mabes Polri sebelum penanganan perkara dilanjutkan oleh Kejaksaan Agung.
Saat ini Febrie ditahan di Rumah Tahanan KPK, sementara proses penyidikan tetap ditangani Kejaksaan Agung. Di tengah berkembangnya spekulasi mengenai hubungan kedua institusi, Kapolri dan Jaksa Agung sebelumnya telah menggelar konferensi pers bersama dan menegaskan bahwa koordinasi serta hubungan kerja antara Polri dan Kejaksaan Agung tetap berjalan dengan baik. (r/isl)
