AHY Tegaskan TNI-Polri hingga ASN Wajib Netral dalam Pemilu

Politik6 Dilihat

JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya menjaga profesionalitas dan netralitas seluruh aparatur negara dalam setiap pelaksanaan pemilu.

Menurut AHY, TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, hingga aparatur sipil negara (ASN) harus berdiri di atas semua kepentingan politik. Ia menyebut netralitas aparatur negara merupakan salah satu amanah penting Reformasi yang harus terus dipertahankan.

“Salah satu amanah penting Reformasi adalah memastikan alat dan aparatur negara berdiri di atas semua golongan. TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara harus profesional dan netral, termasuk dalam setiap pemilu. Mereka semua adalah milik rakyat, milik kita semua,” ujar AHY dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Sabtu (5/9/2026).

BACA JUGA :  PDIP tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli, Ikhyar Velayati : Selama Ini PDIP Kemana Aja

AHY mengingatkan bahwa Partai Demokrat lahir pada 2001, tidak lama setelah Indonesia memasuki era Reformasi. Menurutnya, kelahiran partai tersebut tidak dapat dilepaskan dari situasi Indonesia yang saat itu tengah menghadapi berbagai persoalan serius.

“Indonesia ketika itu menghadapi krisis multidimensi. Mulai dari krisis ekonomi, berkembang menjadi krisis politik, sosial, hukum, keamanan, hingga krisis kepercayaan,” katanya.

BACA JUGA :  Polri Tangkap Kembali DPO Kasus Judi Online W88 di Filipina

Ia menjelaskan, Reformasi merupakan momentum untuk memperbaiki berbagai persoalan dalam penyelenggaraan negara. Salah satunya adalah mengoreksi pemusatan kekuasaan yang berlebihan serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Selain itu, Reformasi juga membawa agenda memperkuat supremasi sipil, memperluas kebebasan dan partisipasi masyarakat, serta mengakhiri keterlibatan militer dan kepolisian dalam politik kekuasaan.

AHY menilai berbagai pelajaran tersebut harus terus diingat sebagai bagian dari tanggung jawab sejarah Partai Demokrat. Semangat Reformasi, kata dia, harus tetap menjadi bagian dari jati diri partai.

BACA JUGA :  Dinilai Peduli Kesejahteraan Guru, FKMPP Dukung Edy - Hasan di Pilgubsu

“Kita mengingat sejarah bukan untuk kembali ke masa lalu, tetapi untuk mengambil pelajarannya bagi masa depan. Bahwa kekuasaan harus diawasi, hukum harus berlaku adil, korupsi harus dilawan, dan kedaulatan rakyat harus dijaga dan dihormati,” tegas AHY. (bc/isl)