Humbang Hasundutan — Jembatan Beton Aek Maranti di Desa Peadundung, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, akhirnya rampung 100 persen. Jembatan yang sebelumnya rusak akibat tergerus banjir bandang itu kini kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pembangunan dan renovasi jembatan dilakukan Kodim 0210/TU melalui Babinsa Koramil 10/Pakkat. Pekerjaan tahap V tersebut memasuki proses finishing hingga dinyatakan selesai pada Minggu (13/9/2026).
Jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 5 meter itu membentang di atas sungai selebar sekitar 8 meter. Jarak dari lantai jembatan ke permukaan air mencapai sekitar 7 meter.
Dengan rampungnya pembangunan, sekitar 450 warga kini memiliki akses yang lebih aman dan mudah dilalui untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Jembatan tersebut juga menjadi penghubung antara Dusun Sirandorung dan Desa Peadundung.
Selain untuk mobilitas masyarakat, jembatan ini menjadi akses penting menuju sekolah dasar (SD) sekaligus mendukung berbagai kegiatan pembinaan desa. Bagi warga, keberadaan jembatan bukan sekadar sarana penghubung antarkawasan, tetapi juga bagian penting dari kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Pembangunan Jembatan Beton Aek Maranti disebut merupakan inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto melalui TNI AD sebagai bagian dari upaya membantu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat.
Dalam pengerjaannya, dua Babinsa Koramil 10/Pakkat Kodim 0210/TU terlibat bersama pekerja mitra Kodam I/BB. Sejumlah material digunakan dalam pembangunan, antara lain pasir, batu belah, batu kriser, papan cetakan, kayu peranca, serta besi ulir.
Kepala Desa Peadundung, Mincen Parapat, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur, Bupati, serta TNI AD atas bantuan pembangunan jembatan tersebut.
“Kami perwakilan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, Bapak Gubernur, Bapak Bupati serta Bapak TNI yang telah membantu pembangunan jembatan ini. Kami sangat bersyukur karena jembatan ini sudah selesai dan dapat kembali digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat,” ujar Mincen.
Sementara itu, Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengatakan rampungnya Jembatan Beton Aek Maranti merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membuka kembali akses yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan jembatan.
“Pembangunan ini merupakan bagian dari Bakti TNI untuk Rakyat, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat dalam mendukung aktivitas sehari-hari,” katanya. (bc/isl)
