Panglima TNI Jelaskan Alasan Pengerahan Prajurit dalam Jumlah Besar ke Jakarta

Nasional13 Dilihat
JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan tujuan pengerahan prajurit TNI dalam jumlah besar ke Jakarta. Pengerahan tersebut dilakukan untuk mempertebal pengamanan Ibu Kota sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman.

Agus mengatakan, di lingkungan internal TNI, pengerahan dan peningkatan kesiapan personel tersebut menggunakan istilah siaga. Kesiapsiagaan itu merupakan bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jadi para media, di dalam internal TNI kita menggunakan istilah siaga. Siaga ini digunakan dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dari berbagai ancaman,” kata Agus, dilansir detikJabar, Kamis (5/11/2026).

BACA JUGA :  Tutup Rakernas Share Edu, Anis Matta Ajak Maknai Ulang Pendidikan

Agus menjelaskan, terdapat dua kategori ancaman yang menjadi perhatian TNI, yakni ancaman alam dan ancaman sosial atau ancaman yang berasal dari manusia.

Ancaman yang berasal dari manusia antara lain konflik sosial, terorisme, radikalisme, makar, dan berbagai potensi gangguan keamanan lainnya.

Untuk menghadapi berbagai kemungkinan tersebut, TNI memiliki tahapan kesiapsiagaan yang terdiri atas Siaga 1, Siaga 2, dan Siaga 3. Setiap tingkatan memiliki ketentuan berbeda terkait kesiapan personel maupun alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Agus kemudian menjelaskan mekanisme masing-masing status kesiapsiagaan tersebut.

Pada Siaga 3, situasi dinilai dalam keadaan aman. Personel dan alutsista tetap berada dalam kondisi siaga di satuan masing-masing. Prajurit masih melaksanakan kegiatan rutin, termasuk latihan di lingkungan satuan, tetapi sudah diberlakukan aturan tidak boleh keluar dari kesatrian.

BACA JUGA :  BPS dan Bank Dunia Jelaskan Perbedaan Angka Kemiskinan Indonesia, Bukan Berarti Kondisi Makin Miskin

Sementara itu, pada Siaga 2, situasi telah memasuki kondisi waspada. Personel dan alutsista dengan kekuatan sekitar setengah hingga tiga perempat dari total kekuatan mulai ditempatkan di pos masing-masing. Prajurit juga tidak diperbolehkan meninggalkan kesatrian.

Adapun Siaga 1 merupakan tingkatan ketika eskalasi ancaman meningkat. Pada tahap ini, seluruh personel dan alutsista disiagakan dengan kekuatan penuh dan ditempatkan di pos masing-masing.

BACA JUGA :  Jual Beli Tanah di Sigedong Berujung Sengketa, Pembeli Minta Ganti Rugi

“Siaga 1, situasinya eskalasinya meningkat. Personel dan alutsista sudah disiagakan penuh dan masuk ke pos masing-masing, serta tentunya prajurit tidak boleh keluar kesatriaan,” jelas Agus.

Meski memaparkan ketiga tingkatan kesiapsiagaan tersebut, Agus tidak secara spesifik menyebutkan status siaga yang saat ini diberlakukan untuk pengerahan prajurit di Jakarta.

Dengan demikian, pengerahan personel TNI tersebut dijelaskan sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman, baik yang bersumber dari faktor alam maupun gangguan keamanan yang disebabkan manusia. (bc/isl)